Berikut ini akan disampaikan tips dan trik untuk cepat dan mudah ber-KRS ria secara manual. Sebenarnya tulisan ini sudah agak out of date. Sudah semester 10 masih berkutat dengan kuliah? Kemane aje lu? Kebanyakan futsal? Keseringan Dota? Atau masih betah dan cinta kampus?
Toh tidak ada salahnya artikel ini dimuat karena memang kenyataannya saat ini lebih dari 50% populasi warga Ilmu Komputer UGM 2004 masih eksis di kampus, setidaknya untuk saat-saat tertentu, yakni ujian tengah semester, ujian akhir dan saat bayaran kuliah berikut pengurusan KRS. Kalau tidak percaya lihatlah di Himakom yang hampir tiap hari diisi oleh segelintir warga Ilmu Komputer UGM 2004 yang tidak tau malu. Yang sedikit tau malu biasanya nongkrong di perpustakaan atau lab. Dan yang tau malu lebih memilih menghabiskan waktunya di rumah, mengerjakan skripsi tentunya.
Kembali lagi ke permasalahan awal mengenai KRSan. Sejak jaman KRS online dilakukan di kampus melalui beberapa onggok komputer di MIPA UTARA yang diisi sebuah program berbasis Pascal yang naudzubillahimindzalik hingga kini KRS online bisa dilakukan melalui portal akademika UGM, masih ada saja KRS yang dilakukan secara manual. Yaitu dengan mengambil blangko KRS di bagian pengajaran, setelah itu harus diisi sesuai dengan mata kuliah yang diambil, selanjutnya mencari dosen pembimbing untuk mencari tandatangan dan akhirnya kembali lagi ke bagian pengajaran untuk mengembalikan blangko-blangko tertentu. Jika kondisi lancar dan memungkinkan tanpa hambatan, proses KRS secara manual ini bisa selesai dalam satu hari. Akan tetapi bagaimana jika sang dosen pembimbing sedang mancing atau badminton sampai batas waktu yang belum ditentukan? Urusannya bisa berabe. Mentok-mentoknya jika sudah dalam kondisi kepepet siapapun dosennya, apapun makanannya minumnya teh botol sosro. Eh maksudnya setiap dosen bisa dijadikan pengganti dosen pembimbing.
Proses yang ribetnya seribet rambut Destian ini tentunya sangat tidak efektif dan efisien mengingat sudah ada KRS online. Bukankah nantinya justru terjadi reduplikasi data yang membuat database kurang optimal yang mengakibatkan biaya pemrosesan menjadi lebih mahal dan akhirnya dibebankan pada mahasiswa sendiri. Belum lagi waktu yang dibutuhkan akan mengurangi waktu liburan, terutama bagi perantau-perantau dari kampung seberang Jawa yang sudah kebelet pengin mengunjungi emak?
Sekiranya sudah cukup penjelasan mengenai betapa pentingnya artikel ini dibuat.
Sekarang mulai dibahas dengan panjang lebar tips dan trik agar KRS manual bisa dilakukan dengan mudah. Siapkan kopi bagi peminum, rokok bagi ahli hisab dan bantal bagi tukang tidur karena yang akan dijelaskan di sini bukanlah sesuatu yang mudah untuk segera dimengerti, butuh konsentrasi tinggi dan pemahaman kelas wahid.
Begini tipsnya.
1. Cari teman yang baik hati dan titipkan segala urusan tetek bengek KRS padanya.
2. Selesai.





ehh,,
udah KRSan lagi toh??
palsukan saja tanda-tangannya..
hmmm…belum pernah merasakan krs online..
hahahahaaa….tiwase aku le moco serius…eS iI Ye aA eL !!!
yak-yak-yak, tips yang jidtu!!!
tapi aku yo rung tau ngrasake KRS online … rasane piye dab?
cuma mau nambahin, kadang2 juga mentok2 nya kalo dah kepepet palsu tanda tangan tapi minta ijin dulu rek…via sms ato telp aja, hahahaha
Dipalsu aja tanda tangannya…
Lha toh ntar juga kalo misalnya mo nyerahin balik ke dosen pembimbing, paling juga disuruh masukin lokernya.
Emang kita bimbingan KRS sama loker yak..??
hahahaha
@sita: bener sit!! hahaha, pemalsuan berijin..
@Parus: pancen to?
Sumpah ngakak gw bro baca tips na
keren dan wajib diacungin 4 jempol