Bismillah
Mengerjakan tugas akhir ituh seperti nguras bak mandi pake sendok, nguras sumur pake gayung, ato mungkin nguras laut pake ember, alias lama, ribet, dan kudu sabar. Tapi, kalo kita yakin bisa, segala sesuatu pasti tidak sesulit yang dibayangkan.
Berikut tips-tips untuk yang sedang mengerjakan tugas akhir. Selamat menikmati (halah, kayak tulisan di kotak makan)
0. Menjaga semangat
Jaga semangat itu menurut pengalaman saya adalah hal yang paling susah. Apakah Anda baru termotivasi kalau:
- deadline progress report presentation tinggal 2 hari lagi
- Ibu Anda setiap habis shubuh selalu telpon “kapan Ibu dateng wisudamu?”
- setiap kali ketemu teman, percakapan tidak jauh2 dari “kapan lulus?”
Apapun alasannya, entah itu calon mertua yang ingin menantu seorang sarjana, jalan2 ke luar negri, apapun, jadikan itu motivasi paling ampuh untuk menjadi seorang replika karyawan seven eleven: melototin monitor komputer dari jam 7 pagi sampe 11 malam, demi skripsi.
1. Jangan diam
Kalau tidak bisa melaju kencang, berlarilah. Kalau tidak bisa berlari, berjalan cepat, atau merangkak kalau perlu. Yang pasti, jangan cuma berkutat di Bab yang melulu itu. Kalau Anda mahasiswa TI, pasti sudah tidak asing dengan reverse engineering. Bukan, bukan re itu, tapi mengerjakan Bab 4 duluan baru Bab 2 dan 3. Artinya, programnya sudah jadi duluan, baru ada desainnya. Seperti membangun rumah sebelum merancang pondasi. Tapi tak apa, banyak yang mencoba, dan berhasil kok.
Intinya, kerjakan apapun yang bisa duluan.
2. Penelitian Anda adalah penelitian terhebat sepanjang masa
Tidak percaya diri dengan tema penelitian Anda? Sering dibilang “tema kacangan”? Apapun komentar negatif teman, dosen, siapapun, jangan terlalu dipedulikan. Itulah mengapa pada tulisan sebelumya saya sarankan untuk memilih dosen yang sudah senior (minimal PhD, lulusan dari luar negri, or apa kek yang keren..
). Ini gunanya waktu Anda dapet kondisi yang macam begini. Kalau ada dosen yang mempertanyakan penelitian Anda, jawab “Eh, supervisor gua tuh dapet PhD dari Blablabla University (sebutkan nama universitasnya) tauk! Hla ente kan cuma lulusan S2 lokal? Lulus pas-pasan lagi.. Berani2nya kasih komentar kalo skripsi saya yang sudah di-acc beliau gak valid?”
3. Tunjukkan kepada dosen pembimbing bahwa Anda dapat diandalkan
Anda sudah lama tidak menghadap dosen? Atau (lebih parah) sudah lupa nama panjang beliau? Tenang, semuanya tidak akan sesulit yang kita bayangkan. Kalau ditanya “kok ndak keliatan?”, bilang aja “saya kawin Pak” atau “saya sibuk ternak sapi”. Kalau katanya komik 20th century boys, “kalau kamu tidak punya hal baik untuk dikenang, masih ada waktu untuk membuatnya, dari sekarang”.
Kalau disuruh datang jam 12, datanglah jam 12. Kalau disuruh menunggu, menunggulah. Kalau disuruh menghapus dua halaman yang Anda buat sampai tidak tidur, hapuslah. Lakukan apapun yang disarankannya, dan jadilah robot. Santai, ini tidak akan selamanya. Yang penting, berikan persepsi bahwa kita ini bener2 niat mengerjakan skripsi. Setiap selesai bimbingan, bilang terima kasih, dan tanya kapan beliau ada waktu lagi. Bergairahlah. Dan dunia akan turut bergairah.
4. Berkumpullah bersama orang2 yang tepat
Bergaul bersama kawan2 seperdjoeangan(baca:yang juga bersemangat mengerjakan TA) tentu membantu banyak. Anda bisa tanya kalau ada masalah, tukar pikiran bila ragu, atau koreksi bila salah. Kalau kumpul dengan yang kerjaannya maen gitar atau Football Manager, yaah.. selamat datang saja di The Procrastinator Club. And prepare for your two digits semester..
5. Projects are evil
Suatu waktu, Ayah saya pernah bilang “biasanya kalau kamu udah bisa ngerasa cari duit sendiri, sekolahmu kacau”. Istilah lainnya, “money, woman, education. Take any two”. Kalau ada tawaran project besar, jangan diambil dulu. Nanti2 saja. Ingat, ijazah terakhir Anda baru ijazah SMA.
“Tapi, kan duitnya bisa buat tambahan beli PSP?” Ya, memang sih, tapi nanti berlanjut terus untuk project2 lainnya. Anda berputar2 di situ saja, dan skripsi pun jadi terbengkalai. Nah, harus ada yang dikorbankan. Harus ada. Saya jadi ingat salah satu quote di FMA.
Humankind cannot gain anything without first giving something in return. To obtain, something of equal value must be lost. That is alchemy’s first law of Equivalent Exchange. In those days, we really believed that to be the world’s one, and only truth
Itu saja dulu.
*tentang penulis*
P. Mulia, seorang kolumnis terkenal di desanya, sering menulis untuk halaman pribadinya, tulisan-tulisannya mengalir deras tanpa peduli dilirik banyak orang atau tidak. Menempuh pendidikan di Pulau Jawa, Fakultas Djaman Belanda, Djurusan Hitung Menghitung dengan Program Studi yang tidak usah disebut namanya. Lepas dari candradimuka, kemudian pulang ke haribaan Borneo untuk mengabdiken ilmu yang didapat, mengasah pribadi, dan kemudian mengukir cinta.





Yang Kurang Kerjaan