Archive for the 'Mudah-mudahan Bermutu' Category

3rd BioMedical Engineering Forum

Hello, Everyone who is interested in biomedical engineering, including bioinformatics, medical imaging processing, medical physics etc., and have a time on Saturday, January 9, 2010,

Please attend at 3rd Biomedical Engineering, held in examination room, Faculty of Science and Technology, UIN Jogjakarta, at 08.30 – 15.00.

There will be four research presentations

1. Alva Edy Tontowi, Ph.D
Biomechanics and Artificial Bone engineering
2. Dr. M. Lutfan Lazuardi
Bioinformatics: DNA analysis using Microarray
3. Afia Hayati (Computer Science, Gadjah Mada University)
Bioinformatics: Protein Sequence Alignment and Clustering.
4. Ruwadi (NTU-Univ Montpellier).
Robotics in medical

and of course discussion session. Complete information is shown in this following leaflet. :D

Tips Mudah KRS Manual

Berikut ini akan disampaikan tips dan trik untuk cepat dan mudah ber-KRS ria secara manual. Sebenarnya tulisan ini sudah agak out of date. Sudah semester 10 masih berkutat dengan kuliah? Kemane aje lu? Kebanyakan futsal? Keseringan Dota? Atau masih betah dan cinta kampus?

Toh tidak ada salahnya artikel ini dimuat karena memang kenyataannya saat ini lebih dari 50% populasi warga Ilmu Komputer UGM 2004 masih eksis di kampus, setidaknya untuk saat-saat tertentu, yakni ujian tengah semester, ujian akhir dan saat bayaran kuliah berikut pengurusan KRS. Kalau tidak percaya lihatlah di Himakom yang hampir tiap hari diisi oleh segelintir warga Ilmu Komputer UGM 2004 yang tidak tau malu. Yang sedikit tau malu biasanya nongkrong di perpustakaan atau lab. Dan yang tau malu lebih memilih menghabiskan waktunya di rumah, mengerjakan skripsi tentunya.

Kembali lagi ke permasalahan awal mengenai KRSan. Sejak jaman KRS online dilakukan di kampus melalui beberapa onggok komputer di MIPA UTARA yang diisi sebuah program berbasis Pascal yang naudzubillahimindzalik hingga kini KRS online bisa dilakukan melalui portal akademika UGM, masih ada saja KRS yang dilakukan secara manual. Yaitu dengan mengambil blangko KRS di bagian pengajaran, setelah itu harus diisi sesuai dengan mata kuliah yang diambil, selanjutnya mencari dosen pembimbing untuk mencari tandatangan dan akhirnya kembali lagi ke bagian pengajaran untuk mengembalikan blangko-blangko tertentu. Jika kondisi lancar dan memungkinkan tanpa hambatan, proses KRS secara manual ini bisa selesai dalam satu hari. Akan tetapi bagaimana jika sang dosen pembimbing sedang mancing atau badminton sampai batas waktu yang belum ditentukan? Urusannya bisa berabe. Mentok-mentoknya jika sudah dalam kondisi kepepet siapapun dosennya, apapun makanannya minumnya teh botol sosro. Eh maksudnya setiap dosen bisa dijadikan pengganti dosen pembimbing.

Proses yang ribetnya seribet rambut Destian ini tentunya sangat tidak efektif dan efisien mengingat sudah ada KRS online. Bukankah nantinya justru terjadi reduplikasi data yang membuat database kurang optimal yang mengakibatkan biaya pemrosesan menjadi lebih mahal dan akhirnya dibebankan pada mahasiswa sendiri. Belum lagi waktu yang dibutuhkan akan mengurangi waktu liburan, terutama bagi perantau-perantau dari kampung seberang Jawa yang sudah kebelet pengin mengunjungi emak?

Sekiranya sudah cukup penjelasan mengenai betapa pentingnya artikel ini dibuat.

Sekarang mulai dibahas dengan panjang lebar tips dan trik agar KRS manual bisa dilakukan dengan mudah. Siapkan kopi bagi peminum, rokok bagi ahli hisab dan bantal bagi tukang tidur karena yang akan dijelaskan di sini bukanlah sesuatu yang mudah untuk segera dimengerti, butuh konsentrasi tinggi dan pemahaman kelas wahid.

Begini tipsnya.
1. Cari teman yang baik hati dan titipkan segala urusan tetek bengek KRS padanya.
2. Selesai.

Setting Parallel Environment dengan MPICH2

Hohoho, sekali-kali posting yang berbau ilmu komputer dikit yaw..

Postingan kali ni berhubungan dengan tugas temen-temen yang ikutan kuliah Sistem Paralel (lhoh?? masih kuliah??), yaitu mengeksekusi program yang dieksekusi secara paralel menggunakan yang namanya MPICH2. Itu salah satu tools untuk mengeksekusi program secara paralel hehe.. maksudnya satu program yang sama di-run di lebih dari satu komputer. Kita sebut yang punya tugas misal, SEPTO (bukan nama sebenarnya) dan temannya yang membantu kita sebut ANGGA (bukan nama kuda).

Tugas ini nantinya akan melakukan eksekusi program di dua buah mesin milik si SEPTO dan si ANGGA. Dua-duanya menggunakan Linux sebagai Sistem Operasinya. si SEPTO memake Ubuntu 8.04 Hardy heron, si ANGGA memake Arch Linux versi terbaru cuy. Yang pengen tahu jauh tentang Arch Linux bisa nanya-nanya sama si kuda eh si ANGGA maksud saya. Untuk IP adress SEPTO, 192.168.0.37 dan si ANGGA 192.168.0.10.

Untuk informasi, di MPICH2 ni kamu nanti program-programnya memakai bahasa C, C++, atau fortran untuk bahasa pemrogramanya, nantinya di headernya akan dipanggil library milik MPICH ni. Mangkanya pastikan dulu Sistem Operasi anda mempunyai minimal C dan C++ compiler.

Untuk Ubuntu, jalankan sudo apt-get install build-essential utk mendapatkan gcc dan g++ terbaru. Selanjutnya donlod packages MPICH2 di “http://www.mcs.anl.gov/mpi/mpich2″. Setelah mendapatkan mpich2-1.0.8.tar.gz (versi yang didapat penulis), misal di tempat SEPTO mau diekstrak di direktori home, maka sebelumnya jgn lupa pindahkan file hasil donlotan ke direktori /home kemudian jalankan :

septo@septo-laptopPinjem:/home/septo$ tar xvf mpich2-1.0.8.tar.gz
septo@septo-laptopPinjem:/home/septo$ cd mpich2-1.0.8
septo@septo-laptopPinjem:/home/septo/mpich2-1.0.8$ ./configure –prefix=/folder/folder_yg_ingin_diinstali_&_dalam kuasa user (dlm contoh ini –prefix=/home/septo/mpich2)
septo@septo-laptopPinjem:/home/septo/mpich2-1.0.8$ make
septo@septo-laptopPinjem:/home/septo/mpich2-1.0.8$ make install

Jika bertemu error saat make install maka temukan file .bash_profile , buka dan tambahkan :

export PATH=/direktori_tempat_menginstal/mpich2/bin:$PATH
export LD_LIBRARY_PATH=/direktori_tempat_menginstal/mpich2/lib:$LD_LIBRARY_PATH

kemudian save, baru kemudian ulangi lagi make install-nya

Buka file /etc/environtment, kemudian tambahkan direktori bin dari hasil instalasi MPICH2, kalo di contoh si SEPTO, akan ditambahkan “:/home/mpich2/bin” (tanpa tanda petik ya..)

Copy salah satu contoh source dari folder source mpich2-1.0.8/examples, misal cpi.c ke direktori tempat menginstal mpich2, program cpi.c ni digunakan untuk menghitung nilai phi. Dalam kasus ini, dilakukan :

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ cp /home/mpich2-1.0.8/examples/cpi.c /home/mpich2

Compile source program,

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpicc -o cpi cpi.c

Eksekusi file hasil kompilasi

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpiexec -n 3 cpi, enter

harusnya keluar pesan:

mpiexec_septo-laptopPinjem: cannot connect to local mpd (/tmp/mpd2.console_septo); possible causes:
1. no mpd is running on this host
2. an mpd is running but was started without a “console” (-n option)
In case 1, you can start an mpd on this host with:
mpd &
and you will be able to run jobs just on this host.
For more details on starting mpds on a set of hosts, see
the MPICH2 Installation Guide.

Maka jalankan :

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpd &

Perintah ini akan menjalankan service mpd pada mesin SEPTO

Setelah servis mpd jalan, maka jika diulang:

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpiexec -n 3 cpi
Process 0 of 3 is on septo-laptopPinjem
Process 1 of 3 is on septo-laptopPinjem
Process 2 of 3 is on septo-laptopPinjem
pi is approximately 3.1415926544231323, Error is 0.0000000008333392
wall clock time = 0.002674

ini berarti MPICH2 telah terinstal dengan sukses pada komputer anda, dalam kasus ini mesin si SEPTO.

Langkah selanjutnya, percuma kalo MPInya cuma jalan di satu mesin kan, maka akan dikonekkan antara 2 mesin, mesin si SEPTO dan mesin si ANGGA. Jangan lupa untuk menginstall MPICH2 di tempat si ANGGA juga. Caranya sama aja kok kayak di atas.

Pertama, dibuat ssh antara kedua mesin. Pastikan kedua mesin telah menginstall openssh-client dan open-ssh server
kemudian jgn lupa dicoba. dengan mengetikkan ssh namaHost@alamatMesin contoh :

ssh septo@192.168.0.37,

kemudian jika sukses maka anda akan ditanyai password untuk bisa login sebagai septo@192.168.0.37

Agar anda tidak ditanya-tanya tentang password lagi maka, di mesin pertama (ANGGA):

[angga@athena ~]$ ssh-keygen -t rsa, enter

kalo ditanya passphrase, ga usah diisi gapapa, langsung enter aja, kemudian

[angga@athena ~]$ ssh-copy-id -i /home/nama_user/id_rsa.pub septo@192.168.0.37

Ikuti langkahnya, kalo sukses, harusnya, di mesin pertama :

[angga@athena ~]$ ssh septo@192.168.0.37, tekan enter

Maka kamu akan langsung terhubung

Tetapi ternyata cara ini tiada pengaruhnya alias nonsens dan memutar jauh daripada cara yang akan kita pakai selanjutnya :-P ,

Kemudian dicoba melalui cara tanpa ssh,

Mesin pertama :

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpd &, enter,
septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpdtrace -l,

Untuk mengetahui hostname dan port yg digunakan service mpd dalam format hostname_port. Setelah itu diamkan hingga matang, hehehe :-D

Pada mesin kedua, pastikan tiada servis mpd yg berjalan, dgn mengecek melalui sintaks,

[angga@athena ~]$ mpdtrace -l

Jika masih ada ketikkan,

[angga@athena ~]$ mpdallexit

Jika sudah pasti, ketikkan mpd -h hostname -p port, hostname dan port disini adalah milik mesin pertama :

[angga@athena ~]$ mpd -h 192.168.0.37 -p 47581

Seharusnya, akan keluar pesan error, hehehe

Hal ini terjadi hostname yang diminta dalam sintaks ini mempunyai arti hostname yang sebenarnya, bukan hanya alamat IP address mesin. Kita harus mengeset nama mesin (hostname) selain kita mengeset host address, kesemuanya bisa kamu set di /etc/hosts, bisa pake vim, gvim, gedit, kate

di SEPTO :

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ vim /etc/hosts
################################################################################
192.168.0.37 septo-laptopPinjem (baris tambahan, nama mesin SEPTO)
192.168.0.10 athena (baris tambahan, nama mesin ANGGA)
127.0.0.1 localhost
127.0.1.1 septo-laptopPinjem
################################################################################

Kemudian ada lagi yang di set, di mpd.hosts, kalo tiada tahu ada dimana, bsa gunakan perintah locate mpd.hosts

#######################################
athena (nama mesin ANGGA)
septo-laptopPinjem (nama mesin SEPTO)
#######################################

Lakukan hal yang sama di mesin kedua, ANGGA, intinya kedua mesin harus saling mendaftarkan nama diri.

Untuk mengecek sudah berhasilkah kedua mesin saling mengenali, ulangi

[angga@athena ~]$ mpd -h septo-laptopPinjem -p 47581, tekan enter

Akan keluar pesan keberhasilan, taraaaaa….

Kita cek juga dari pihak mesin SEPTO,

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpiexec -n 5 hostname, enter
septo-laptopPinjem
septo-laptopPinjem
athena
athena
septo-laptopPinjem

belon puas juga?

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpiexec -n 5 date, enter
Thu Nov 20 22:15:06 WIT 2008
Thu Nov 20 22:09:36 WIT 2008
Thu Nov 20 22:09:36 WIT 2008
Thu Nov 20 22:15:06 WIT 2008
Thu Nov 20 22:15:06 WIT 2008

Sekarang untuk program yang benerannya, program cpi yang tadi, kopikan hasil compile ke direktori /bin, bisa memakai cp atau mv :

[angga@athena ~]$ mv mpich2/bin/cpi /bin
septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mv /home/mpich2/cpi /bin

kemudian kembali ke mpiexec, ketikkan di mesin SEPTO :

septo@septo-laptopPinjem:~$ mpiexec -n 6 cpi, tekan enter
Process 0 of 6 is on septo-laptopPinjem
Process 2 of 6 is on septo-laptopPinjem
Process 1 of 6 is on athena
Process 3 of 6 is on athena
Process 5 of 6 is on athena
Process 4 of 6 is on septo-laptopPinjem
pi is approximately 3.1415926544231239, Error is 0.0000000008333307
wall clock time = 0.289969

Yooooosssshhhhh…. telah terlihat bahwa program cpi ini telah berhasil dengan sukses dieksekusi di dua mesin, SEPTO dan ANGGA. Hohohohoho… Puasss deh rasanya… Huffhh… Tak lupa Septo dan Angga mengucap syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT dan pihak-pihak laen yang telah membantu, utamanya kepada simbah Google dan yang tidak dapat disebut namanya di sini.

Kalo teman-teman sekalian tertarik, bisa mencoba mengikuti langkah-langkah di atas, SEPTO dan ANGGA siap membantu teman-teman sekaliyan kalo ada kesulitan. Moga-moga aja postingan ni lumayan bermutu :-P dan bisa membantu temen-temen yang kebetulan menghadapi hal serupa. Amiinn… :-)

Seandainya..

Kali ini akan dilaporkan kedipan mata mengenai kisah seorang lelaki di Ilmu Komputer UGM 2004 yang menemukan harta karun. Jangan protes dulu, manusia itu hidup dari mimpi dan impian. Apalagi warga Ilmu Komputer UGM 2004 yang sering bermimpi, meskipun mimpinya jorok dan sering direncanakan dan dikonspirasikan dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk membuat rangsangan-rangsangan bejat dan laknat. Ya Tuhan, ampunilah dosa mereka. Buat yang sering sholat tahajud, yang sering kebaktian di gereja, sembahyang di pura, ataupun metode beribadah yang lain, tolong doakan teman-teman kita yang salah jalur ini. Ini hanya sebagian kecil oknum di Ilmu Komputer UGM 2004. Dan hanya sebagian kecil lagi yang berada di jalan yang benar.

Alkisah suatu hari yang tentram di kawasan Pogung, suatu kampung di utara kampus UGM tercinta, tinggallah seorang lelaki yang sering menderita karena cinta. Demi kebaikan bersama mari kita samarkan namanya. Sebut saja dia DIDIT (22). Jenis kelaminnya bisa menyesuaikan, tergantung situasi dan kondisi. Yang pasti selalu tampil all out jika diperlukan. Keahliannya berperan sebagai banci. Jangan ragukan totalitas aktingnya, Dian Sastro kalah cantik dan ciamik (bagi yang matanya sedang kelilipan).

Suatu ketika, di pagi hari yang cerah, Didit masih tidur dengan nyenyak. Pagi baginya adalah saat-saat dimana bayangan matahari sudah sepenggalah. Di depan rumah, sudah nampak Angga, Septo, Sympati, Wiwid dan Yani. Berniat apel pagi, sembari berharap mendapatkan secangkir kopi. Angota keluarga Didit user friendly dan user interface, tapi tidak berlaku bagi yang bersangkutan.

Didit : Gembus! Gembel! Mbok yo nduwe aturan sithik!

Dibalas dengan pamer gusi dan jemur gigi oleh tamu-tamu yang datang dan tanpa merasa bersalah segera mengakusisi kamar Didit. Yani dan Wiwid bermain PES sedangkan Angga, Septo dan Sympati main hom pim pah. Didit memilih mandi setelah menyiapkan sesajen berupa makanan dan minuman yang kelewat ringan. Satu botol air minum untuk lima orang dengan nafsu minum seperti unta. Ethiopia saja lewat.

Seselesainya mandi, Didit mencari kostum di lemari pakaian. Berhubung hari ini tidak ada jadwal manggung dia tidak memikirkan kostum apa yang pantas dipakainya.

Didit : Masyaalloh!!
Angga : Subhanalloh, Didit bilang Masyaalloh
Septo : Allahuakbar, Didit bisa bilang Masyaalloh dan Septo bilang Subhanalloh
Wiwid : Alhamdulillah, Didit bisa bilang Masyaalloh, Septo bisa bilang Subhanalloh dan Angga bilang Allahuakbar.
Sympati dan Yani : Kejadian langka! Perlu dicatat dalam sejarah!!

Sebelumnya jangankan mengucapkan kata-kata toyyibah, untuk berkata baik saja lidah mereka kelu minta ampun. Otot-otot lidah perlu dilemaskan, dipijit semalam suntuk. Ada kejadian apakah gerangan yang menyebabkan kejadian langka ini terjadi?

Didit : Cah, permata!! Permata! Dua biji, segede menhir! Saya… kaya!!!
Wiwid : Ah itu hanya perasaanmu saja D!
Didit : Lihat! Lihatlah!
Yani : Ya ya.. Trus mau diapakan kedua permata itu??

Yani dan Wiwid masih berkonsentrasi pada game PES di komputer, sedangkan Angga, Septo dan Sympati ganti bermain cublak-cublak suweng dengan posisi membelakangi Didit, sengaja tidak memperhatikan. Orang seperti Didit ini memang sering ditengarai mengidap schizophrenia. Bayangkan saja kalau Dian Sastro dianggap kalah cantik dengan Nirina, tidak bisa dinalar dengan akal sehat, bisanya dinalar dengan akal Didit.

Didit sejenak menenangkan diri.

Didit : Ya Alloh. Permata.. Permata ini…
Yani : Mau diapain Dit?

Yani nampak antusias, namun matanya tidak berpaling dari monitor komputer.

Didit : Yang pertama dan paling utama, sebagian dari harta yang kita miliki sebagiannya adalah milik orang-orang yang kurang mampu. Maka akan saya zakatkan harta saya sebesar 2,5% kepada fakir miskin. Berhubung saya masih miskin maka zakat itu akan saya serahkan kepada diri saya sendiri.
Kemudian satu permata akan disimpan dengan baik, kalian tidak perlu tau dimana saya menyimpannya. Permata sisanya akan saya pecah-pecah. Satu bagian besar untuk membeli Google dan Microsoft.
Angga : Wah, jadi sekarang kamu menggajiku Dit?
Didit : Oh tidak Ngga, khusus untuk kamu akan saya berikan perusahaan sendiri. Kamu tidak perlu kerja keras bagai kuda, dicambuk dan didera oleh Mister Bill Pagar. Kalau perlu apa kamu mau jadi atasan Mister Bill?
Septo : Kalau aku Dit?
Didit : Wah, ini.. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup kita sebagai ahli hisab saya akan memecah permata yang sisa untuk membeli Google dan Microsoft tadi ke dalam pecahan kecil dan akan dibungkus dalam bentuk permen. Kemudian diselipkan ke dalam bungkus rokok. Lihat, bagaimana saya menghargai rekan-rekan senasib sepenanggungan, se-Star Mild dan se-Djarum Tuju Enam.
Septo : Jangan lupa, keyboard yang kamu ambil tu diganti!
Didit : Santai, tak ganti. Kalau perlu yang wireless sekalian.
Wiwid : Jatahku D?
Didit : Moh, tidak ada buatmu. Penggorenganmu masih bisa digunakan!
Sympati : Trus kerjamu apa Dit?
Didit : Saya mau jadi PNS. Tapi PNS yang merangkap sebagai pemilik dua menhir permata. Saya tidak perlu kerja, PNS hanya sebagai status saja. Tiap sore saya menunggu istri saya pulang dari kerja, di teras rumah ditemani secangkir kopi dan pisang goreng hangat yang disediakan oleh istri saya yang lain.
Dan setelah pulang, saya tinggal bilang “Nduk..” sambil memberikan kode-kode tertentu untuk melakukan ritual sepulang kerja.
Terus seandainya kalian datang….

Dian, hidup menderita karena terpaksa menjadi adik Didit masuk ke kamar.

Dian : Mas, Mas Didit! Bangun, masa’ jam segini masih tidur. Tu temen-temenmu pada dateng.
Didit : Gembus! Gembel! Ngganggu mimpiku!!

Gaya Hidup : Futsal

@ Pras Kuru yang baru saja tertimpa musibah pada Kamis sore tanggal 9 Oktober 2008 di seputaran Ring Road Utara semoga lekas sembuh. Jadwal futsal kita padat.

@ Keluarga Suzanna yang baru saja kehilangan salah satu anggota keluarganya pada Kamis tanggal 16 Oktober 2008, yaitu Ibu Suzanna semoga arwahnya diterima di sisinya sesuai dengan amal dan ibadahnya, serta bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan.

@ Timnas Futsal Brasil, selamat berhasil menjadi juara dunia futsal 2008.

Sekian salam-salam dari Blog Ilmu Komputer UGM 2004.

Kembali ke topik awal, di sini akan dibahas tentang salah satu gaya hidup alias lifestyle (baca : dolanane) warga Ilmu Komputer UGM 2004 yakni futsal alias sepakbola lapangan kecil adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.. Untuk lebih jelasnya bisa dicari di wikipedia, meskipun menurut salah satu dosen Ilmu Komputer UGM wikipedia dianggap tidak valid sebagai sumber data untuk skripsi. Toh ini bukan skripsi, kalau tulisan seperti ini dianggap skripsi pasti sudah tidak ada lagi warga Ilmu Komputer UGM 2004 yang masih eksis dan setor tampang di kampus. Meskipun eksisnya cuma tiga kali per semester, yaitu saat bayaran kuliah, ujian mid dan ujian akhir.

Dengan kualitas pemain yang dimiliki, Tim Futsal Ilmu Komputer UGM 2004 sempat menjadi salah satu yang disegani di Fakultas MIPA. Menjadi juara 2 di MIPA dan 2 kali berturut-turut menjadi juara HIMAKOM tentunya tanpa kongkalikong. Bersanding dengan talenta-talenta hebat dari penjuru kampus MIPA. Dianggap sebagai salah satu barometer kekuatan futsal di MIPA. Bahkan hingga kini untuk lingkup Fakultas Ilmu Komputer (mencoba mengkudeta MIPA) Tim Futsal Ilmu Komputer UGM 2004 masih menjadi yang terbaik. Seiring berlalunya masa keemasan itu, sekarang giliran pemain futsal Ilmu Komputer UGM 2004 yang segan untuk sering-sering tampil karena menyadari bahwa kemampuan sudah mulai digerogoti oleh usia dan rokok meskipun masih ada beberapa yang tidak sadar. Tepatnya banyak yang tidak sadar.

Diawali dari beberapa mahasiswa yang mengalami stres akut pasca menjalani kuliah di Ilmu Komputer UGM, kemudian memilih menjalani hidup di panasnya lapangan basket MIPA UTARA. Dengan atau tanpa mengorbankan kuliah dan tidak kenal waktu, mulai dari tayangan Spongebob di pagi hari hingga diulangi di sore harinya. Dengan kaki berdarah-darah, ngapal (ini bahasa jawanya apa ya) sampai yang kena mata ikan bakat-bakat alami mulai diasah. Dari belajar menendang bola hingga menyundul bola. Ya, berlatih bermain sepakbola.

Merasa tidak cocok bermain di lapangan standar sepakbola apalagi dunia per-coding-an, beberapa pemain sepakbola memutuskan untuk banting sepatu menjadi pemain futsal. Apa yang bisa diharapkan dari stamina pemain-pemain dengan kasus perokok berat dan penyepep kronis? Apalagi track record Ilmu Komputer UGM 2004 di sepakbola tidak begitu menggembirakan, tidak pernah lolos dari babak penyisihan grup di LIGA HIMAKOM. Pembahasan mengenai sepakbola dihentikan sampai di sini.

Dari sinilah Tim Futsal Ilmu Komputer UGM 2004 tumbuh dan besar di lapangan basket MIPA UTARA dan jalanan sepanjang hutan biologi. Sebelum akhirnya terusir dan kini bermarkas tidak jelas dari satu tempat futsal ke tempat futsal yang lain dengan memperhatikan kondisi perekonomian Ilmu Komputer UGM 2004 yang semakin carut marut terkena dampak resesi ekonomi global. Begini kalau kampus sudah berjiwa kapitalis, mau main futsal saja susah. Harus sebelum jam 7 pagi atau setelah jam 4 sore, dengan catatan lapanagan basket tidak digunakan untuk bermain basket dan bersaing dengan beribu-ribu warga MIPA yang ingin bermain futsal di lapangan basket MIPA UTARA. Jalanan biologi? Harus menembusi Dekan Biologi. Masaoloh, semakin sedikit saja lapangan gratis di dunia ini.

Tim Futsal Ilmu Komputer UGM 2004 juga pernah berurusan dengan Ketua MGB UGM hingga satpam reguler di MIPA UTARA. Sampai berbusa-busa diceramahi dan yang menjadi korban adalah Pepe untuk kasus sang Ketua MGB dan Wiwid untuk kasus satpam. Nampaknya penjelasan untuk masalah ini tidak perlu dibahas lebih lanjut karena hanya menimbulkan luka dan derita.

Meskipun dinaungi nasib buruk (mungkin karena ada Pepe) dalam hal non teknis, namun untuk masalah teknis jangan diragukan kemampuan Tim Futsal Ilmu Komputer UGM 2004.

Mau main dengan strategi apa?

Dengan strategi counter attact, manfaatkanlah Yani yang sering melakukan akselerasi dari lini belakang serta Wiwid yang mempunyai kecepatan, kelincahan dan teknik diving tingkat tinggi dalam melakukan penyerangan maupun pertahanan dengan efek stamina yang cepat terkuras. Jika Yani keseringan naik dan lupa turun gunakanlah jasa Ekgik. Bek handal dengan postur yang ideal dalam menggalang jantung pertahanan. Pepe sebagai pengatur serangan dengan memanfaatkan daya jelajahnya yang tinggi. Untuk posisi kiper bisa dipercayakan kepada Kresna yang sering lupa menjaga gawang. Gunakan Angga yang mempunyai dribel yahud dan tenaga kudanya untuk menjaga kestabilan lini tengah.

Dengan strategi ball possesion, manfaatkanlah Sympati di lini depan untuk menahan bola selama mungkin dengan menggunakan postur tubuhnya. Pengalamannya menimba ilmu di Way Kambas dalam hal mengolah bola bisa disejajarkan dengan gajah-gajah dari Thailand dalam melakukan sepakbola gajah. Septo bisa digunakan sebagai holding midfielder di jantung pertahanan untuk membagi bola. Bowo dengan kemampuan mengolah bola yang aduhai bisa dijadikan variasi lini tengah. Jangan lupakan pertahanan dengan menggunakan jasa Aziz dengan kekuatan supernya atau Destian dengan kaki cumi-cuminya yang bida dimutasi menjadi kiper jika diperlukan. Pras kurus bisa diberdayakan sebagai kiper. Gunakan Angga yang mempunyai dribel yahud dan tenaga kudanya untuk menjaga kestabilan lini tengah.

Atau dengan strategi totaalvoetbal yang diciptakan Jack Reynolds, Anda bisa memanfaatkan pemain impor dari Korea, Dicky sebagai penggedor di lini depan dengan servis Abhi dengan goyang dangdut ala Bung Oma di lini kedua. Mengalami kebuntuan dengan penyerangan, manfaatkanlah tenaga Rian. Untuk pertahanan bisa diserahkan kepada Didit yang mempunyai cannon ball setara Roberto Carlos dengan tingkat akurasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan atau Willy yang berpengalaman mengajar di Tamansiswa. Posisi kiper bisa dipercayakan kepada Ero. Gunakan Angga yang mempunyai dribel yahud dan tenaga kudanya untuk menjaga kestabilan lini tengah.

Prinsip utamanya : GUNAKANLAH TENAGA DINHO ANGGAUCHO SEMAKSIMAL MUNGKIN.

Begitulah jalan hidup Tim Futsal Ilmu Komputer UGM 2004. Sekian pembahasan mengenai salah satu gaya hidup Ilmu Komputer UGM 2004. Selalu ingat pada kalimat bijak, MENSANA IN CORPORE SANO yang artinya MARI FUTSAL!!!


Masukkan email Anda, dan dijamin Anda bakal mendapatkan notifikasi apabila ada tulisan terbaru.

Join 13 other followers

Yang Kurang Kerjaan

Marvine on Reborn
joesatch yang legend… on K3-Baskom 2012
thecupuradz on K3-Baskom 2012
Ical Ilkom 2012 on K3-Baskom 2012
af1a on Reborn

Yang Pernah Dipoto

ilkomp04-7

ilkomp04-6

ilkomp04-1

ilkomp04-3

ilkomp04-8

More Photos

Yang Pernah Tercatat


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.