Archive for the 'Yang Tidak Bermutu' Category

Mudik

Karamba.. Andre andre.. Riba riba..
Hello amigo desperado..

If you want go back to your village you can hire my travel agent, the price is kompromistis, spesialis and matrealis

You can go to Mexico, Chicago or Probolinggo, Purwokerto, Brebes, Tuban, Garut, Klaten, Madiun, Gombong

Akhirnya, pada akhirnya redaksi memutuskan untuk menghidupkan kembali blog yang sudah lama terbengkalai ini. Sekian lama berkelana ke negri orang ternyata sebagai orang Indonesia yang jiwa kampungnya masih kental maka tidak aneh lagi kalau pada akhirnya redaksi kembali mudik. Mudik ke ilmukomputerugm2004. Setelah meningat, menimbang dan memperhatikan berbagai alasan maka selanjutnya ke depannya blog ini akan diupdate lagi dengan jangka waktu yang tidak bisa diputuskan. Sesuai keinginan penuliusnya dong.

Jangan protes!

Juga masih tidak menutup kesempatan bagi teman-teman untuk menulis di sini.

Sebagai pengobat rindu postingan kali ini tidak lain dan tidak bukan akan membahas fenomena facebook di Ilmu Komputer UGM 2004 yang diwakili oleh artis paling fenomenal yang kita miliki ini. Tidak perlu disebutkan namanya, pasti sudah pada tau kan?

Siapa sangka di balik kelucuannya, artis kita ini ternyata seorang yang melankolis, romantis dan lucuis. Ah, sudah capek nulisnya. Baca sahaja ya tulisan-tulisan indahnya di wall facebook-nya, sembari menunggu postingan yang lain.

Adios Amigos.

DYS Kikukkikuk..
April 29 at 11:04pm

DYS Setiap gadis adalah wanita, tp setiap wanita belum tentu gadis!
April 30 at 9:33pm

DYS PLN Guembel Edhaaaaan!!
May 5 at 10:14pm

DYS Kata demi kata kurangkai untukmu, nampaknya tak sepenuhnya kau mengerti, memang yang kutulis kalimat bersajak, karena begitulah puisi, namun sesungguhnya aku hanya ingin mengatakan, aku cinta kamu..
May 6 at 3:44pm

DYS Dr lubuk hati yg plg dalam, disaksikan bintang2 di langit, di bwh sinar rembulan yg tak pnh padam, ijinkan hamba yg hina ini mengatakan kejujuran, ragukan bintang bercahaya, ragukan matahari itu api, tp jgn ragukan cinta hamba ini utk sang putri.
May 7 at 6:17am

DYS Harapan yg memanduku, membantu melewati hari kelabu menemani saat malam gelap, berharap setelah semua pergi, bukanlah saat terakhir aku mengingatmu, dengan semua hitam yang kumiliki, inilah diriku.
May 11 at 1:46am

DYS Anehnya mengingat telah berbulan-bulan aku tak melihatmu, telah kulihat indahnya bulan baru tapi bukan dirimu.
May 15 at 1:25am

DYS Jagalah gadis jangan kau kotori, jagalah gadis lentera hidup ini, jagalah gadis jangan kau nodai, jagalah gadis cahaya illahi.
May 16 at 9:57am

DYS Seperti kata seorang teman..”mari kita jaga kaum hawa!”
May 18 at 3:33am

DYS Kumenanti seorang kekasih, yang tercantik dan manis seperti iblis.
May 19 at 12:13am

DYS Ye ing tawaaang ana lintaaang cah ayuuu, aku nunggu randhane mbokmuuu
May 20 at 4:20pm

DYS Anehnya mengingat telah berbulan-bulan aku tak melihatmu, telah kulihat indahnya bulan baru tapi bukan dirimu, jutaan kali kulihat indahnya matahari terbenam dan terbit tapi bukan wajah cantikmu
May 21 at 1:43am

DYS Dr hti trdlm. Yg dl pnuh dg hitam.Agungkn Tuhan ciptkn keindahn.Harukan hti dg senyum putri.Nurani hamba sll bimbang.Olh kpalsuan yg dlm.Olh indah yg sll jauh.Rndhlh hti hamba utk putri.Emaslah senja dgn senyum putri.Luangkn senyum utk hangatkn hti.Lupakn
May 22 at 3:50am

DYS i’m homo
June 1 at 6:01pm

DYS Nah itu dia mereka datang, bawa tali untuk bunuh diri, talinya putus, tak jadi mampus, masuk ke kakus diciumi tikus.
June 2 at 12:18pm

DYS Ingin aku menyapanya..Mecicil matanya..Mecicilin babu tetangga..
June 3 at 3:00am

DYS Ntu adik2 knpe bening2 semuaaa..Bibit unggul kalian..
June 3 at 10:52pm

DYS Sekelumit sedilit sembelit sedilit sembribit
June 6 at 8:57pm

DYS Doon go awaaii, al bi baaak!
June 11 at 3:11am

DYS  Bening blink blink.
June 12 at 5:07am

DYS  “Sudah tau jembatan licin, siapa suruh jalan duluan, sudah tau abang miskin, siapa suruh ngajak pacaran?”, kata mas kelik.
June 13 at 3:38am

DYS  Pada malam jumat kliwon, aku pulang lewat kuburan..
June 16 at 1:25am

DYS  Mencret kau ke ujung dunia, dikrubuti uler di gurun sahara, kejedhut di kutub utara, ngidak lenchong di segitiga bermuda, dan jangan kembali.
June 18 at 1:12am

DYS  Ya Allah, berikanlah aku gadis cantik. Amien.
June 19 at 3:25am

DYS  Sebuah serapah untukmu cukup membuatku duniaku terasa lebih terang, seekor ulat bulu untukmu cukup tuk awali hari terindah dalam hidupku.
June 19 at 3:45am

DYS  Kenapa banyak gadis cantik?
June 20 at 12:34am

DYS Mantra demi mantra kurangkai untukmu, nampaknya tak sepenuhnya kau mengerti, memang yang kutulis kalimat bersyarat, karena begitulah azimat, namun sesungguhnya aku hanya ingin mengatakan, aku nyantet kamuu..
June 20 at 1:41pm

DYS Akulah si bulang, si bujang petualaaaang
June 23 at 12:57am

DYS  Diraba2 matanya keluar kupingmu. Dipegang2 hidungmu keluar kakimu. Diremas2 mulutmu ada sandalmu. Dipegang2 perutmu ada sepatu..
June 23 at 2:20am

DYS  Kutunggu randhamu
June 23 at 11:32pm

DYS  Selalu tegar. Telak Garing.
June 25 at 12:40am

DYS  saya butuh gadis cantik.
June 26 at 2:36pm

DYS  Pernahkah kau melarat, dompetmu hampa?
June 30 at 11:34pm

DYS  Real man can hates girls in a million ways
July 6 at 1:48am

DYS  Srembrawutawutmawutrawutgriwiljriwilcriwilkriwil
July 7 at 3:58am

DYS  RT 8, RW 47, 819 nomer rumahku, depannya gerbang makam, naik saja sepeda PAM lurus belok kiri, kalau kamu tak keliru, pasti kita tak bertemu..
July 15 at 3:35am

DYS  je suis amoreux du toi??
July 15 at 2:27pm

DYS  Nobody want to see us together
July 21 at 12:46am

DYS  Would she ever doubt the way l feel about her in my heart?
July 21 at 5:58pm

Redaksi juga mengucapkan selamat mudik kepada seluruh punggawa Ilmu Komputer UGM 2004. Selamat berkumpul kembali dengan sanak saudara dan jangan lupakan Ilmu Komputer UGM 2004 sebagai keluarga kalian juga.

Selamat mudik buat yang merayakan mudik!

posting sekarang

mari kita hidupkan kembali blog ini sodara2…

-sekian-

Tipu Tipu

Di kediaman Afi di kawasan utara Jogja.

Bapaknya Afi yang mantan ketua MUI Sleman : Wah dulu SMA 6 itu kacau ya, untung pas jamannya Afi SMA 6 sudah lebih baik.
Didit : Jelas Pak, itu semua berkat kerja keras saya!

Orang yang takut celananya dikibarkan di tiang bendera SMA 6 memangnya bisa berbuat apa?

Anak Siapa

Suatu saat entah di mana.

Pepe : Dasar, Chiel! Anak seribu pulau.
Chiel : Daripada kamu Mas, anak seribu bapak!

Gaya Hidup : Tren Berbusana 2

Bagi para fashionista yang ingin selalu up to date dan selalu setia mengikuti rubrik mode di situs ini, pihak redaksi menghaturkan beribu maaf atas keterlambatan pemuatan artikel fashion mengenai gaya berbusana di Ilmu Komputer UGM 2004.

Maklumlah, paparazzi yang menjadi kontributor lepas rubrik mode ini mesti melakukan observasi yang cukup mendalam serta mencari fakta-fakta yang bisa menjadi acuan penulisan rubrik mode ini.

Begini katanya kepada redaksi :

Menjadi seorang paparazzi itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Kadangkala hidup seorang paparazzi layaknya seorang sniper yang memburu korbannya. Menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari di tempat yang kadang tidak layak hanya untuk mengincar targetnya dan tiba-tiba “Dor”. Selesai sudah dan tinggal menunggu bayaran. Begitu pula halnya seorang paparazzi yang musti menunggu berhari-hari untuk mengamati selebritis incarannya dan begitu mendapat sasaran empuk.. Klap. Kilatan kamera mengabadikan momen-momen yang mungkin tidak diketahui si seleb. Misi berakhir dan tidak ada imbalan.

Loh, kok malah curhat. Memangnya redaksi memikirkan nasib paparazzi? Nasib diri sendiri saja masih belum jelas.

Baiklah para fashionista yang budiman, kita lanjutkan pembahasan mengenai gaya berpakaian Ilmu Komputer UGM 2004. Hyuukk.. Mari…

ABHI
abhiSeberapa sering anda melihat gerhana matahari total secara langsung dalam satu tahun? Sesering itu pula Abhi memakai kaos yang tidak berwarna gelap, jika memang harus dispesifikkan kembali : warna hitam. Semenjak jamannya Maladi hingga ke jaman Ronny Pattinasarani, putra seorang dosen teknik elektro di salah satu perguruan tinggi negeri yang cukup terkemuka di Indonesia ini selalu konsisten dan berkomitmen mengenakan kaos hitam dalam segala kesempatan. Jikalau alasannya mengenakan kaos hitam itu dalam rangka berkabung dan menjunjung tinggi solidaritas karena Pepe belum dapat gadis, mungkin kebiasan itu harus segera diubah secepatnya. SECEPATNYA!!

DHREST
jaketdhrestManusia berjakun yang satu ini mempunyai penampilan yang modis dan trendi. Tentunya sebagai seorang anak band penampilan adalah yang paling utama dan Dhrest telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saat gadis-gadis berlomba-lomba berpakaian ketat, sang satria bergitar ini lebih memilih celana baggy yang melambai-lambai menyapu lantai dengan jaket besar selalu membungkus kulitnya, entah itu saat musim semi, panas, gugur atau dingin. Akan tetapi setelah ditelusuri secara mendalam oleh salah satu relawan kita yang bernama Pepe (bukan nama sebenarnya), ada fakta menarik di balik penggunaan jaket dan celana baggy itu.
Saya pernah memeluk Dhrest dengan mesra dari belakang saat berboncengan motor dan ternyata badannya kurus sekali, lebih kurus dari saya“, begitu pengakuan Pepe.
Jadi jaket besar dan celana baggy selama ini hanya sebagai kamuflase untuk menutupi badannya yang kurus kering kerontang layu sebelum berkembang.

DIDIT
diditMengenai pemuda yang pandai meniru karakter banci ini, gaya berbusananya sangat berbeda dengan warga Ilmu Komputer UGM 2004 yang lain. Cenderung macho, maskulin bahkan elegan. Hanya dengan sepotong kolor yang menutupi auratnya dan membiarkan dadanya telanjang, bujang petualang yang satu ini sudah cukup merasa nyaman dan fashionable. Apa lagi yang bisa dikatakan mengenai selebritis Ilmu Komputer UGM 2004 iin? Kiranya setiap gerak-gerik dan tingkah lakunya sudah menajdi konsumsi publik yang tidak perlu dijelaskan lagi.

SEPTO
bajuseptoTiadalah lengkap rubrik kali ini jika sang ketua angkatan tidak dibahas. Sebagai seorang ketua angkatan, seorang pemimpin di Ilmu Komputer UGM 2004 sosoknya patut dijadikan panutan dan teladan dalam berbagai hal, termasuk dalam hal berpakaian. Setidaknya dibandingkan dengan orang-orang yang dipimpinnya di Ilmu Komputer UGM 2004. Kalau sebagian besar warga Ilmu Komputer UGM 2004 identik dengan pakaian gembel dan seadanya, Septo lebih beradab sedikit dengan menambahkan sejumput kain yang kiranya layak disebut dengan kemeja dalam setiap pementasannya. Meskipun dari dulu kemejanya hanya yang itu-itu saja (tepatnya dengan motif bunga-bunga dan satunya motif pakaian yang kelunturan) namun setidaknya dia memegang teguh pendiriannya dalam mengenakan kemeja semenjak dia menjadi mahasiswa baru Ilmu Komputer UGM hingga kini dia masih juga menjadi mahasiswa lama Ilmu Komputer UGM. Kok perasaan ada yang mirip Budi Anduk ya?

SYMPATI
sympatiEntah khilaf atau ingin menunjukkan kepribadian dirinya yang sebenarnya, namun yang pasti kaos seangkatan dengan kaos Hot Tuna milik Yani ini kurang begitu dikenal di masyarakat umum. Setelah mencari gajah di tumpukan jerami, akhirnya didapatkan sepotong foto Sympati dengan kaos hitam dengan gambar Loxodonta Africana bertuliskan “Elephants best show”. Meskipun kini Sympati lebih sering mengenakan pakaian Juventus dan Juventininya namun kaos legendaris yang satu ini pasti akan selalu ada di hati.

Gaya Hidup : Tren Berbusana

Bagi Anda para fashionista, rasanya kurang lengkap tampil menawan tanpa sentuhan tren yang melekat pada busana yang akan anda kenakan.

Berikut ini akan dipaparkan secara sederhana gaya berbusana Ilmu Komputer UGM 2004, sama sekali tidak meniru gaya Gipsi dengan corak baju yang warna warni dilengkapi dengan aksesori yang ramai; gaya Harajuku dengan gaya posmonya yang seringkali “tabrakan”; gaya Bohemian atau boho yang mewakili spirit kebebasan dalam berpenampilan yang ditampilkan dalam blus panjang, celana kapri, atau celana panjang; Wild West maupun Orient.

Gaya berpakaian Ilmu Komputer UGM 2004 lebih didominasi dengan gaya seadanya sesuai dengan daya belinya yang seadanya juga.

AZIZ

kaosazizPemilik dada idaman yang memiliki kaos kuning bertuliskan Dada Damani di bagian dadanya. Belum diketahui secara jelas apa maksud dari tulisan Dada Damani di kaos yang sering dikenakannya itu. Kata Didit, kalau bagian “Damani”-nya diucapkan berulang-ulang akan menghasilkan kata “Idaman”. Bahasa kerennya : anagram. Tidak percaya? Buktikan saja sendiri.. Damani Damani Daman I Daman I Daman Idaman Idaman.. Betul kan?

DESTIAN

topidestianBukanlah Destian namanya kalau tidak mengenakan penutup kepala, tapi itu dulu. Semenjak gempa besar terjadi di Jogja tahun 2006 silam, sang pujangga cinta ini mulai menanggalkan topi yang menemaninya sejak pertama kali menginjakkan kaki di bumi Mataram. Tapi bagaimanapun jua meskipun kini tidak pernah ada sehelai kain yang menutupi rambut ruwetnya, sosok Destian tidak bisa dilepaskan dari kegagalan, eh maap, dari topinya.

PEPE

kaospepeBertampang klasik, maka kaosnya pun klasik. Sepotong kaos hitam polos dengan tulisan “High Wide and Handsome” di bagian depan. Kata pertama “High” yang berarti tinggi menunjukkan postur tubuhnya, kata kedua “Wide” yang berarti lebar menunjukkan jarak antar giginya dan kata ketiga tidak berarti apa-apa. Kalau terpaksa diartikan maka kata ketiga “Handsome” yang berarti buruk rupa menunjukkan konstruksi mukanya (dalam kasus ini kata “Handsome” di kamus terpaksa direvisi). Sebagai informasi saja, kaos ini bukan milik Pepe. Kaos ini diambil secara paksa dan semena-mena dari lemari milik kakak lelakinya.

WIDI

kaoswidiAda beberapa alumnus Padmanaba alias SMA 3 Yogyakarta di Ilmu Komputer UGM 2004 seperti Dita contohnya, tetapi hanya seorang Widi yang setia memakai jaket berwarna biru tua kombinasi biru muda di beberapa bagiannya dengan tulisan Padmanaba di punggungnya dan tulisan 59 di bagian saku kiri. Entah bangga dengan almamaternya ataukah hanya itu satu-satunya jaket yang dia punya?

YANI

kaosyaniKaos putih bertuliskan Hot Tuna – Lombok Island dengan gambar ikan tuna (sebenarnya lebih mirip ikan purba atau ikan monster, sesuai dengan pemakainya yang makhluk purba) yang entah dimilikinya sejak kapan. Yang pasti kini kaos “Hot Tuna”-nya sudah hilang di lapangan basket MIPA Utara karena ketinggalan. Dicurigai dijadikan sebagai lap pel. Dua kali ke Pantai Ngrenehan, kaos inilah yang selalu dipakainya. Mungkin untuk menunjukkan solidaritasnya dengan tuna-tuna di laut atau untuk menunjukkan bahwa dirinya hot?

jaketyaniJika kaos “Hot Tuna” telah lenyap entah kemana, jaket merah dengan aksen beberapa warna hitam ini masih selalu dipakai oleh pemiliknya. Hanya saja karena keseringan dipakai, kini jaket itu bernasib sama dengan pemiliknya. Warnanya telah kusam dan pudar terkontaminasi oleh oli yang dihasilkan oleh Yani. Nampaknya tidak akan lama lagi nasib jaket merah ini akan sama seperti jaket Ilmu Komputer 2004 miliknya yang lebih pantas disebut sebagai keset daripada jaket.

Untuk yang belum dibahas di sini, tunggu saja tanggal mainnya.

KANTONG SEPATU

Di sebuah kamar di kawasan Sawitsari.

Destian : Itu apa namanya, bunga pemakan serangga? Mmm.. Kantong sepatu.
Pepe : Kantong semar Dest!
Destian : Iya itu maksudku, tadi kepikiran kembang sepatu.

Sepatunya Semar?

Curhat

Suatu siang di taman Kantin Milan.

Oknum 1 : Wah ini blog ilkom kehabisan bahan, ada saran?
Oknum 2 : Bagaimana kalau tulis curhatan Abhi dan Pepe yang ditinggal kekasih ke Jakarta?
Oknum 3 : Loh emange Ari di Jakarta? PKL?
Abhi : Sudah bekerja, sejak 4 bulan lalu.
Oknum 1 : Heh, apa Bhi? Kerja? Tidak malukah dirimu?
Abhi : Malu? Hah? Buat apa..
Oknum 1 : Ah yang bener?

Sejurus kemudian.

Abhi : Yo piye maneh…

Menangis pilu.

Sayembara

Tidak mau kalah dengan kegiatan perkuliahan, tayangan tipi dan kethoprak radio, kali ini akan diadakan semacam sayembara bagi pembaca setia blog ini. Tidak tersedia dua hadiah menarik dari admin bagi pemenang sayembara ini (pegimana mau ngasih hadiah kalau tidak ada sponsor, teman-teman yang sudah berpenghasilan, mana kontribusi kalian untuk blog ini? Dan bagi kalian yang belum lulus, lekaslah lulus. Kata Bu Dosen Afia, akreditasi Ilmu Komputer UGM terancam turun karena mahasiswa yang lulus tepat waktu kurang dari 20%. Hahay.. Kami kan masih cinta kampus, tega-teganya kalian mengusir kami.)

Begini kasusnya, perhatikan baik-baik dan cermati dengan seksama kata demi kata, huruf demi huruf atau Anda akan kehilangan fakta-fakta penting..

Tepat pada Hari Raya Nyepi 2009, Yani mendapatkan sebuah undangan dari rekan sekantornya di lab komputer FE UGM. Undangan pernikahan tepatnya. Karena malu datang kondangan sendiri, diajaknyalah tiga rekan sejawatnya untuk menemaninya menghadiri undangan pernikahan teman kantornya di daerah Muntilan. Tiga rekan yang beruntung itu adalah Septo, Sympati dan Wiwid.

Dikarenakan kondangan dilangsungkan di daerah Muntilan, maka rumah Wiwid yang berada di Jalan Magelang dijadikan tempat berkumpul empat orang itu dengan alasan efisiensi dan efektivitas.

Seperti biasa, meskipun efisiensi dan efektivitas dijadikan alasan namun tetap tidak bisa mendobrak adat istiadat yang sudah menahun dan berakar kuat di Ilmu Komputer UGM 2004 : Pantang berkumpul tepat waktu. Janjian jam sembilan pagi tetapi Sympati baru datang jam setengah sepuluh. Wiwid sendiri masih nongkrong di depan tipi.

Wiwid : Tak kirain nggak jadi..
Sympati : Anak-anak mana?
Wiwid : Justru itu Sym, anak-anak belum pada dateng, makannya tak kirain nggak jadi.

Jam 10 pagi Septo dan Yani baru tiba.

Wiwid : Jadi saya mbonceng Sympati?
Septo : Wah masak dikau tega motor Star ini dibawa sampai ke Muntilan. Kalau berangkatnya saya yakin bisa sampai ke Muntilan. Tapi pulangnya mungkin sudah jadi artefak, fosil. Maka dari itu gunakanlah Supramu W. Kalau perlu pakai mobil juga tiada mengapa.
Wiwid : Gembel, merepotkan.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, perang argumen sampai debat kusir, diputuskanlah tiga gembel itu diangkut dengan sedan yang dikemudikan oleh seorang sopir. Jogja memang panas akhir-akhir ini dan sangat tidak bijak apabila pergi ke Muntilan dengan naik motor. Di samping banyak polusi di jalan, teriknya sinar mentari yang menyapa bumi akan membuat kulit hitam. Belum lagi Yani yang bermotor dari Glagahsari sampai Jalan Magelang sudah bermandi keringat di sekujur tubuhnya, mau jadi apa kalau dia naik motor sampai ke Muntilan. Mungkin jadi tambang oli.

Septo : Kamu nggak nyumbang Yan?
Yani : Oh iya.. Mana duitnya ya.. xxx puluh ribu cukup nggak ya?
Septo : Wah kere dikau, malu-maluin aja. Kan dikau udah kerja Yani. Menguap kemana gajimu itu, sepengetahuanku belum ada gadis yang menjadi tanggungan dikau.
Yani : Beta memang sudah kerja, tapi gajinya tiada seberapa.
Septo : Ya udah, seadanya saja.
Sympati : Sep, pinjem duitmu dulu buat nyumbang.
Wiwid : Uang saya di dompet tinggal 50ribu, buat jaga-jaga kalau bensinnya habis. Jadi saya tidak ikut menyumbang saja. Maap. Lagi kere.
Septo : Oh tiada mengapa. Ngomong-ngomong mana amplopnya Yani?
Yani : Waduh, beta lupa.. Nanti beli saja.
Septo : Ah tiada perlu, daku ada kertas. Kita bikin saja amplopnya.

Septo mengeluarkan buku tulis dari tasnya kemudian menyobek selembar kertas yang dilipatnya sedemikian rupa sehingga menyerupai sebentuk amplop yang dipaksakan.

Yani : Hyaa.. Kok amplopnya bergaris. Mana ada amplop bergaris. Gila aja.
Septo : Adanya ini Yani, jangan protes.
Yani : Malu Septo.
Wiwid : Ya sudah cari warung saja, beli amplop yang lebih manusiawi.

Sebelum ke pesta pernikahan, disempat-sempatkanlah membeli amplop yang layak meskipun isinya sebenarnya kurang layak.

Septo : Perlu dikasih nama Yan?
Yani : Tidak perlu!

Selanjutnya yang terjadi di tempat kondangan tidak perlu dijelaskan secara rinci. Orang-orang dengan nafsu makan budak dihadapkan dengan sajian hidangan prasmanan. Tidak etis kalau kejadian berikutnya dijelaskan dengan terperinci. Aib!

Setelah puas memperturutkan hawa nafsunya, keempat orang tadi bingung.

Wiwid : Pulang kita?
Yani : Hyuuk..
Septo : Mumpung deket Borobudur mampir aja ke sana.
Wiwid : Ngapain? Panas, malas.
Sympati : Oh iya, kesana aja Wid. Aku ada perlu.
Yani : Hyuuk..

Mobil dipacu menembus jalanan beraspal. Tidak lama kemudian nampak sosok Candi Mendut.

Wiwid : Apa ke Candi Mendut saja, lebih sepi. Nggak capek, daripada ke Borobudur.
Sympati : Borobudur saja. Penting ini!

Beberapa saat kemudian.

Yani : Candi Mendutnya mana coy..?
Septo : Lu bego kagak ngerti. Itu tadi bangunan gede di sebelah kanan jalan emangnya apa Yan? Lu ngomong doang yang kota, pikiran kampung.
Yani : Oh iya to? Udah lewat to?

Sampai di pertigaan menjelang Candi Borobudur.

Wiwid : Ni depan lurus atau belok kanan?
Septo : Lurus aja..

Nampak Candi Borobudur di ujung jalan. Stupa puncaknya terlihat samar di sela-sela rimbunnya pepohonan.

Wiwid : Yakin jadi ke Borobudur? Masuk parkiran ni?
Septo : Yakin, masuk saja.
Sympati : Iya, sekalian aku mau survey untuk acara sekitar bulan Juli. Mumpung sudah sampai sini, sekalian.
Wiwid : Trus mana parkirannya.
Septo : Itu, depan masuk aja.

Mobil dibawa masuk ke parkiran Candi Borobudur. Petugas parkir sudah menunggu di gerbang parkiran.

Petugas parkir : Selamat siang, selamat datang di Candi Borobudur.
Wiwid : Bayarnya kapan Pak?
Petugas Parkir : Nanti di pintu keluar. Silakan masuk, nanti lurus trus parkiran mobil di sebelah kanan.

Sampai parkiran Wiwid masih ogah-ogahan beranjak dari jok mobil. Setelah dipaksa menuruti nafsu anak-anak terpaksalah ia berjalan bersama ketiga temannya ke tempat loket penjualan tiket.

Wiwid : Ndak usah masuk, panas. Mahal.
Septo : Mumpung udah di sini, sekalian masuk saja.
Yani : Tapi beta tiada bawa duit, duitnya sudah habis di kondangan tadi.
Septo : Santai, ada si bos Sympati.
Sympati : Bentar, tak survey dulu. Mau tanya harga tiket untuk rombongan.

Sympati bergegas mengantri di loket penjualan tiket sementara Wiwid masih bermalas-malasan masuk ke Borobudur. Yani yang semakin berkeringat karena melihat harga tiket yang cukup mencekik. Sedangkan Septo sibuk mengumpulkan recehannya sampai terkumpul uang sejumlah 7500 rupiah. Sesuai dengan daftar harga tiket yang tertera di loket penjualan.

Septo : Ni Sym, 7500. Buat beli tiket… Eh lha eh.. 7500 kok buat anak di bawah umur enam tahun. Di atas enam tahun.. 15ribu rupiah.

Sympati tidak mempedulikan Septo yang masih mengais recehan di setiap saku pakaiannya. Wiwid dan Yani masih ogah-ogahan sementara Sympati mulai mencari informasi.

Sympati : Mbak kalau mau ada kunjungan rombongan ada potongan biaya masuk nggak? Trus gimana prosedurnya?
Penjual Tiket : Oh, masnya nanya aja ke bagian informasi.
Sympati : Dimana mbak?
Penjual Tiket : Itu di dalam, masuk aja.

Sympati segera bergerak menuju bagian informasi yang letaknya ada di dalam kompleks candi. Untuk ke bagian informasi harus melewati pemeriksaan tiket.

Sympati : Mau ke bagian informasi pak.
Penjaga Pintu Masuk : Oh ya, silakan.

Sympati memberikan kode. Septo, Wiwid dan Yani segera menyusul jejak Sympati.

Septo, Wiwid, Yani : Ke bagian informasi juga pak.

Empat orang sukses masuk ke kompleks candi tanpa tiket.

Wiwid : Wah ini, kesempatan. Lumayan hemat 15ribu, kalo berempat bisa hemat 60ribu.
Septo : Betul, tepat sekali.
Wiwid : Eh, tapi ini tidak boleh, dosa namanya. Masuk neraka.
Septo : Biarkan Sympati yang menanggung dosanya, kecuali dikau mau turut menanggung beban dosanya.
Wiwid : Naudzubillahimindzalik, saya ikhlas Sympati menanggungnya.

Tanpa merasa berdosa, keempat orang itu melangkah pasti ke bagian informasi. Tidak ada tindakan dari pengurus setempat.
Di bagian informasi, Sympati dibantu ketiga rekannya mulai menjalankan modus operandinya : Pura-pura Survey.

Sympati : Eh, kayaknya ada yang membuntuti kita. Itu bapaknya yang lagi duduk di bangku.

Seorang lelaki yang berpakaian safari memang nampak duduk di sebuah bangku panjang yang terletak dekat bagian informasi. Sesekali matanya mengawasi gerak-gerik empat orang yang sedang mencari informasi di bagian informasi.

Sympati : Oh, gitu mbak. Kalo mau naik kereta itu gimana prosedurnya?
Petugas Informasi : Masnya nanya langsung aja ke sana.

Setelah dirasa cukup mendapatkan berbagai prosedur kunjungan di bagian informasi, Sympati dan rekan-rekannya segera berpindah tempat lagi menuju loket penjualan tiket kereta yang berada di dalam lingkungan kompleks candi. Seorang lelaki masih nampak mengawasi gerak-gerik mereka. Sympati memutar otak, bagaimana caranya agar mereka bisa lepas dari pengamatan lelaki tadi.

Sympati : Beli tiket keretanya empat mbak. Ayo naik, tapi yang di belakang saja, di gerbong yang ada di balik bangunan loket penjualan tiket kereta. Biar nggak keliatan.

Sympati memang melihat si lelaki agak mengendurkan pengintaiannya dan begitu melihat si lelaki mengalihkan pandangannya, mereka berempat segera menyelinap di balik tembok. Beberapa saat kemudian kereta mulai berjalan.

Yani : Tidak ada yang mengikuti kita kan.
Sympati : Jangan melihat ke arah pintu masuk.
Septo : Memangnya kenapa?
Yani : Tidak ada motor atau sepeda yang mengikuti kita kan?
Wiwid : Tidak ada Yani.

Kereta berjalan mengelilingi Candi Borobudur dan berhenti di bagian selatan candi.

Sympati : Sukses..

Dan apa yang terjadi berikutnya juga tidak perlu diceritakan secara mendetail. Intinya keempat orang ini hanya “survey”. Kalau ada yang menanyai : Kenapa tidak beli tiket? Jawabannya adalah : Survey.

Petualangan keempat orang itu terpaksa dihentikan karena Yani ada urusan mendadak.

Yani : Saudara beta ada yang meninggal. Harus cepat-cepat pulang untuk melayat.

Keempat orang itu kemudian kembali ke parkiran mobil. Tiap bertemu satpam, mereka memasang tampang tidak berdosa dan apabila terjadi penahanan, keselamatan diri ditanggung sendiri. Pura-pura tidak kenal.

Tidak ada petugas yang datang. Selamatlah mereka sampai ke parkiran mobil untuk segera kabur dari TKP.

Wiwid : Pintu keluarnya mana ya?

Wiwid sebagai sopir masih bingung berputar-putar di parkiran mencari pintu keluar.

Septo : Itu lurus aja, ada tulisan pintu keluar.

Di dalam mobil sepulang dari Candi Borobudur.

“Akhirnya setelah lebih dari 20 tahun, untuk pertama kalinya saya ke Borobudur”

Pertanyaan sayembaranya adalah :
Mengumpulkan dan menyimpan sementara pesan-pesan merupakan tugas…
a. front end processor
b. concentrator
c. controller
d. multiplexer

Eh maap, itu soal ujian SI milik Didit. Pertanyaan sayembara sebenarnya adalah:

“Siapakah diantara empat tokoh di atas yang baru pertama kali mengunjungi Candi Borobudur?”

a. Septo
b. Sympati
c. Wiwid
d. Yani
e. Semuanya belum pernah

Bagi yang terlibat dalam cerita ini dilarang keras mengikuti sayembara tanpa hadiah ini.

Insyaalloh

Selepas sepakbola Liga Himakom.

Septo : Jadi menurut hadis riwayat Mbuh Sapa dan Bukan Muslim.. Saya cuma menyampaikan apa yang diriwayatkan Didit.
Deni : Masuk neraka kowe Meng!
Didit : Insyaalloh, Insyaalloh Anda saya ajak juga.

Bertambahlah penghuni neraka.

Next Page »


Yang Akan Segera Pendadaran

Segenap warga Ilmu Komputer UGM 2004 yang belum lulus (biarlah Tuhan yang menentukan)

Yang Menunggu Wisuda

1. Bayu Putra Pamungkas
2. Rezalino Zaini
3. Sari Anggraini
4. Willy Budi Martana

Yang Pernah Dipoto

ilkomp04-7

ilkomp04-6

ilkomp04-1

ilkomp04-3

ilkomp04-8

More Photos

Yang Tertulis di Pagechecker

Pages

 

November 2009
M T W T F S S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30