Archive for March, 2010

Harap Dibaca

Buat teman-teman semua, kami mohon maaf komen dari teman-teman di page “Tokoh” terhapus. Kami pun tidak tau itu ulah siapa. Yang pasti semenjak username dan password blog ini diumumkan pada segenap warga Ilmu Komputer UGM 2004, kami selaku admin tidak punya kewenangan penuh untuk mengontrol blog ini. Oleh karena itu, untuk menghindari adanya pebuatan yang kurang menyenangkan dari pihak-pihak yang mengatasnamakan Ilmu Komputer UGM 2004, maka kami memutuskan untuk melakukan sedikit perubahan pada blog ini.

Semoga tindakan-tindakan yang merugikan seperti ini tidak terjadi lagi.

Maka dari itu kalau ada kata-kata dari kami yang kurang berkenan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Jikalau ada saran maupun kritik dari teman-teman harap menghubungi admin.

Terima kasih.

Advertisements

Kerja

Di jaman seperti ini, susah cari kerja. Tidak peduli bagaimana latar belakang anda, lulusan SMA, diploma maupun sarjana, semua pasti akan menghadapi kerasnya persaingan mencari kerja. Skill dan kemampuan bukanlah yang paling utama, keberuntungan di atas segalanya.

Dan beruntunglah kita semua pernah atau sedang kuliah di Ilmu Komputer UGM karena di Ilmu Komputer UGM kita dididik untuk meningkatkan kemampuan mendapatkan keberuntungan. Bagaimana bisa?

Kuliah dengan sistem penilaian kocokan yang dilakukan oleh beberapa oknum dosen (kebenarannya masih diragukan, kita tunggu saja dosen melakukan klarifikasi) setidaknya telah menggembleng kita untuk mengandalkan keberuntungan dalam mendapatkan nilai yg bagus.

Dan jika telah berhasil menyandang gelar S.Kom maka sudah ditasbihkan anda bakalan beruntung. Untuk selanjutnya, kita tidak perlu mencari kerja karena keberuntungan yang menyertai kita. Pekerjaan yang akan datang mengantre pada kita.

Kok bisa?

Mari kita ambil Pepe sebagai studi kasusnya.

Sebelum lulus saja, Pepe pernah ditawari kerja. Yang pertama, dulu waktu awal kuliah, Pepe yang punya tubuh atletis ini sempat ditawari kerja saat sedang beristirahat di salah satu masjid di selatan pasar Beringharjo. Kerjanya gampang, mendapatkan kepuasan dengan gaji yang lumayan. Bisa full time atau paruh waktu. Sesukanya. Eh sayang si empunya nama menolaknya. Perbuatan nista penuh dosa. Uang haram dan hukumannya rajam.

Yang kedua, Pepe ini pernah ditawari kerja saat berada di kereta dalam perjalanan Jogja-Jakarta. Kerjanya tidak semudah yang pertama. Tapi insaoloh halal. Cukup stand by di Ancol menunggui dagangan, berupa kacamata. Eh sayang, dia pun menolaknya.

Yang terakhir, yang paling gress terjadi beberapa waktu lalu saat Pepe telah berhasil menyandang gelar sarjananya.

Mas-mas yang menawarkan kerja (M) : Masnya masih sekolah?
Pepe (P) : Nggak mas, kuliah.
M : Sudah lulus Mas?
P : Sudah mas.
M : Sudah kerja Mas?
P : Belum Mas, masih nunggu panggilan.
M : Ya sudah, ini Mas, kartu nama saya kalau berminat kerja.

Mas M memberikan kartu nama.

M : Nanti jangan lupa hubungi saya Mas. Ngomong-ngomong Mas nya lulusan mana?
P : Ilmu komputer UGM Mas.

Diucapkan dengan penekanan pada kata UGM.

M : Ooo, ya sudah kalau berminat jangan lupa hubungi saya mas.

Mas M adalah seorang sales blue gas yang kebetulan sedang dinas di kawasan Mojosongo.

*tidak ada maksud menghina pekerjaan apapun, selama halal dan tidak merugikan orang lain, pekerjaan apapun sah-sah saja.

Turut Berbahagia

Entah semestinya bangga atau merasa terhina. Tapi yang pasti salah seorang rekan kita telah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan S2-nya di Magister Ilmu Komputer UGM dan sebentar lagi insaoloh akan segera diekspor ke Eropa sana.

Selamat buat Bu Dosen Afiahayati,S.Kom, M.Cs yang akan segera diwisuda akhir April 2010 dan segera meninggalkan Indonesia akhir taun ini.

(Begitu kah gelarnya?)

Saat yang lain masih mengulang kalkulus, dia sudah menulis skripsinya dan saat yang lain masih bermain futsal, dia telah mengambil kuliah magisternya. Dan saat yang lain masih saja berkutat dengan sepatu futsalnya, dia mau berangkat S3 ke Eropa.

Map

Suatu saat di pondokan KKN wilayah Magelang. Melihat map KKN yang diletakkan di lantai.

Devita : Ini kok ada map KKN dijadikan keset.

Benar-benar menggunakannya sebagai keset.

Pingkan : Loh Dev, itu kan map KKN ku lagi tak jemur gara-gara basah. Kok dijadiin keset!!

Sedih, meratapi nasib.

Epik

Suatu siang di Kampus Mipa Utara selepas wisuda. Kebingungan karena tidak ada juru foto, Pepe berinisiatif begitu melihat seseorang menyerupai Dita (Ilkom 2005).

Pepe : Dit, sombong kamu. Sini! Selamatnya nanti, fotokan kami dulu.

Setelah satu jepretan.

Yang disangka Dita : Tapi aku Dina lho.

Catatan Redaksi : Dita-Dina adalah saudara kembar. Yang satu di Ilkom yang satu di STAN.

Reuni + Makan-makan

Boyong Kalegan, 27 Februari 2010

Ini foto pas makan-makan di Boyong Kalegan. Berhubung sudah malam ya jadi fotonya seadanya begini. Lima ekor gurami, dua porsi cumi, tiga porsi udang, semangkok besar sup ikan yang dikhususkan untuk Mas Joe yang baru saja operasi gigi, serta beberapa camilan lain plus minuman sepuasnya cukup menenangkan sebagian rekan Ilmu Komputer UGM 2004.

Manut, 26 Februari 2010

Ini foto pas ngopi di Manut, merencanakan makan-makan di Warung Steak n Shake yang akhirnya malah berujung di Boyong Kalegan.

Tadinya mau upload foto yang lebih bagus, tapi ternyata inilah yang terbagus yang bisa di-capture oleh kamera.

Terimakasih sebesar-besarnya buat pasukan dari Jakarta : Arief, Kresna, Willy, Ero – Devita, Pras Gon dan tidak lupa teman kita dari Jogja : Indra yang telah berkenan menyisihkan sebagian rejekinya untuk menambah gizi anak-anak Jogja yang sedang butuh banyak suplemen untuk mengerjakan skripsi.

Tidak lupa juga untuk rekan-rekan lain :
Mas Joe (Ilkom 2002), Kak Wib (Ilkom 2003), Mas Bram (ilkom 2003), Dek Deni (Ilkom 2005), Dek Lia (Ilkom 2005), Dek Ernes (Ilkom 2008), Winda (Komsi 2004), Dek Wenny (Komsi 2007), Ki Septri (Komsi 2008), Mas Yoyok (Mesin, 2004) serta rekan-rekan lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu yang telah meramaikan acara Ilmu Komputer UGM 2004 kali ini.

Acara ini tidak akan berkesan tanpa kehadiran kalian.

NB : Buat rekan-rekan lain yang mau ke Jogja, ditunggu traktirannya. Sebagai informasi sahaja, tanggal 12 Maret ini nampaknya bakal ada tamu dari Jakarta lagi.

Gadis Buta

Alkisah suatu saat bertemulah dewa ngeles dari dua generasi, Didit dan Chiel.

Didit : Apa Chiel, pacarmu ada dua? Semakin banyak saja gadis buta di dunia ini.
Chiel : Meskipun banyak gadis buta tidak ada seorang pun yang mau sama kamu Mas Didit.

NB : Terjadi saat Didit belum terlibat kasus “teklek kecemplung kalen” dengan Putri.