Archive for the 'Mudah-mudahan Bermutu' Category

Pengumuman Hasil Seleksi K3-BASKOM 2014

Setelah sesi wawanjaran, aeh, wawancara pada hari Sabtu, 9 Agustus 2014 kemarin, dan disambung dengan perdebatan yang seru, seram, menggairahkan oleh panitia K3-BASKOM 2014 di warung kopi Manut Nite pada hari Minggu malam, 10 Agustus 2014, dengan melibatkan auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan RI, pihak akademisi, pelaku usaha pada bidang teknologi informasi yang dalam hal ini diwakili oleh Gameloft dan Ericsson, serta analis penanaman modal asing dan dalam negeri, akhirnya panitia K3-BASKOM 2014 memutuskan untuk menyalurkan beasiswa kepada nama-nama yang disebut di bawah ini:

  1. Andrit Bahtiar (Komputer dan Sistem Informasi 2012)
  2. Anggi (Komputer dan Sistem Informasi 2013)
  3. Alfian Tryputranto (Ilmu Komputer 2012)
  4. Edo Syahputra (Ilmu Komputer 2012)
  5. Fatta Syaiful Amin (Ilmu Komputer 2010)
  6. Fera Dwi Lestari (Ilmu Komputer 2012)
  7. Putriana Kusumaningrum (Komputer dan Sistem Informasi 2012)
  8. Vuji Suprihatin (Komputer dan Sistem Informasi 2012)

Selanjutnya kepada nama-nama terbesut, eh, tersebut di atas, panitia K3-BASKOM 2014 akan segera menghubungi yang bersangkutan secara privat guna pemrosesan berkas perkara lanjutan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian, partisipasi, dan kerjasama dari seluruh stakeholder terkait, panitia K3-BASKOM 2014 mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1435 H, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih.

K3-BASKOM 2012 periode 2

Di periode kedua ini, dari sekian ribu pelamar yang masuk, akhirnya terpilih satu orang yang beruntung untuk dibayari BOP dari tim K3-BASKOM, dia adalah:

M. Reza Pahlevi, Ilmu Komputer angkatan 2011. Selamat buat Reza, semoga menjadi berkah dan bermanfaat, Amin 🙂

Penerima BASKOM 2012

Penerima BASKOM 2012

Serah terima BASKOM 2012

Serah terima BASKOM 2012

K3-BASKOM 2012 Periode 1

Pelaksanaan K3-BASKOM untuk tahun 2012 akan memasuki periode ke 2 untuk tahun ini, bagaimana dengan periode ke 1?

Untuk periode pertama, dari pelamar yang mengajukan diri kepada tim seleksi, didapatkan 3 orang penerima beasiswa K3-BASKOM, mereka adalah:

  1. Fajri Wiryawan, Ilmu Komputer angk. 2009
  2. Muhammad Lathif Pambudi, Ilmu Komputer angk. 2009
  3. Amin El Kharis, Ilmu Komputer angk. 2009

Mereka bertiga berhak atas beasiswa berupa pembayaran SPP untuk semester genap tahun ajaran 2011/2012.
Wawancara beasiswa dan penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh tim seleksi beasiswa K3-BASKOM. Berikut ini beberapa dokumentasi saat wawancara dan penyerahan beasiswa.

Nah, beasiswa K3-BASKOM akan hadir lagi untuk periode ke-2, berita lengkapnya bisa dilihat di halaman ini.

Buat kamu yang memang berminat dan membutuhkan, asalkan memenuhi syarat, jangan ragu untuk mendaftarkan diri 😉

3rd BioMedical Engineering Forum

Hello, Everyone who is interested in biomedical engineering, including bioinformatics, medical imaging processing, medical physics etc., and have a time on Saturday, January 9, 2010,

Please attend at 3rd Biomedical Engineering, held in examination room, Faculty of Science and Technology, UIN Jogjakarta, at 08.30 – 15.00.

There will be four research presentations

1. Alva Edy Tontowi, Ph.D
Biomechanics and Artificial Bone engineering
2. Dr. M. Lutfan Lazuardi
Bioinformatics: DNA analysis using Microarray
3. Afia Hayati (Computer Science, Gadjah Mada University)
Bioinformatics: Protein Sequence Alignment and Clustering.
4. Ruwadi (NTU-Univ Montpellier).
Robotics in medical

and of course discussion session. Complete information is shown in this following leaflet. 😀

Tips Mudah KRS Manual

Berikut ini akan disampaikan tips dan trik untuk cepat dan mudah ber-KRS ria secara manual. Sebenarnya tulisan ini sudah agak out of date. Sudah semester 10 masih berkutat dengan kuliah? Kemane aje lu? Kebanyakan futsal? Keseringan Dota? Atau masih betah dan cinta kampus?

Toh tidak ada salahnya artikel ini dimuat karena memang kenyataannya saat ini lebih dari 50% populasi warga Ilmu Komputer UGM 2004 masih eksis di kampus, setidaknya untuk saat-saat tertentu, yakni ujian tengah semester, ujian akhir dan saat bayaran kuliah berikut pengurusan KRS. Kalau tidak percaya lihatlah di Himakom yang hampir tiap hari diisi oleh segelintir warga Ilmu Komputer UGM 2004 yang tidak tau malu. Yang sedikit tau malu biasanya nongkrong di perpustakaan atau lab. Dan yang tau malu lebih memilih menghabiskan waktunya di rumah, mengerjakan skripsi tentunya.

Kembali lagi ke permasalahan awal mengenai KRSan. Sejak jaman KRS online dilakukan di kampus melalui beberapa onggok komputer di MIPA UTARA yang diisi sebuah program berbasis Pascal yang naudzubillahimindzalik hingga kini KRS online bisa dilakukan melalui portal akademika UGM, masih ada saja KRS yang dilakukan secara manual. Yaitu dengan mengambil blangko KRS di bagian pengajaran, setelah itu harus diisi sesuai dengan mata kuliah yang diambil, selanjutnya mencari dosen pembimbing untuk mencari tandatangan dan akhirnya kembali lagi ke bagian pengajaran untuk mengembalikan blangko-blangko tertentu. Jika kondisi lancar dan memungkinkan tanpa hambatan, proses KRS secara manual ini bisa selesai dalam satu hari. Akan tetapi bagaimana jika sang dosen pembimbing sedang mancing atau badminton sampai batas waktu yang belum ditentukan? Urusannya bisa berabe. Mentok-mentoknya jika sudah dalam kondisi kepepet siapapun dosennya, apapun makanannya minumnya teh botol sosro. Eh maksudnya setiap dosen bisa dijadikan pengganti dosen pembimbing.

Proses yang ribetnya seribet rambut Destian ini tentunya sangat tidak efektif dan efisien mengingat sudah ada KRS online. Bukankah nantinya justru terjadi reduplikasi data yang membuat database kurang optimal yang mengakibatkan biaya pemrosesan menjadi lebih mahal dan akhirnya dibebankan pada mahasiswa sendiri. Belum lagi waktu yang dibutuhkan akan mengurangi waktu liburan, terutama bagi perantau-perantau dari kampung seberang Jawa yang sudah kebelet pengin mengunjungi emak?

Sekiranya sudah cukup penjelasan mengenai betapa pentingnya artikel ini dibuat.

Sekarang mulai dibahas dengan panjang lebar tips dan trik agar KRS manual bisa dilakukan dengan mudah. Siapkan kopi bagi peminum, rokok bagi ahli hisab dan bantal bagi tukang tidur karena yang akan dijelaskan di sini bukanlah sesuatu yang mudah untuk segera dimengerti, butuh konsentrasi tinggi dan pemahaman kelas wahid.

Begini tipsnya.
1. Cari teman yang baik hati dan titipkan segala urusan tetek bengek KRS padanya.
2. Selesai.

Setting Parallel Environment dengan MPICH2

Hohoho, sekali-kali posting yang berbau ilmu komputer dikit yaw..

Postingan kali ni berhubungan dengan tugas temen-temen yang ikutan kuliah Sistem Paralel (lhoh?? masih kuliah??), yaitu mengeksekusi program yang dieksekusi secara paralel menggunakan yang namanya MPICH2. Itu salah satu tools untuk mengeksekusi program secara paralel hehe.. maksudnya satu program yang sama di-run di lebih dari satu komputer. Kita sebut yang punya tugas misal, SEPTO (bukan nama sebenarnya) dan temannya yang membantu kita sebut ANGGA (bukan nama kuda).

Tugas ini nantinya akan melakukan eksekusi program di dua buah mesin milik si SEPTO dan si ANGGA. Dua-duanya menggunakan Linux sebagai Sistem Operasinya. si SEPTO memake Ubuntu 8.04 Hardy heron, si ANGGA memake Arch Linux versi terbaru cuy. Yang pengen tahu jauh tentang Arch Linux bisa nanya-nanya sama si kuda eh si ANGGA maksud saya. Untuk IP adress SEPTO, 192.168.0.37 dan si ANGGA 192.168.0.10.

Untuk informasi, di MPICH2 ni kamu nanti program-programnya memakai bahasa C, C++, atau fortran untuk bahasa pemrogramanya, nantinya di headernya akan dipanggil library milik MPICH ni. Mangkanya pastikan dulu Sistem Operasi anda mempunyai minimal C dan C++ compiler.

Untuk Ubuntu, jalankan sudo apt-get install build-essential utk mendapatkan gcc dan g++ terbaru. Selanjutnya donlod packages MPICH2 di “http://www.mcs.anl.gov/mpi/mpich2”. Setelah mendapatkan mpich2-1.0.8.tar.gz (versi yang didapat penulis), misal di tempat SEPTO mau diekstrak di direktori home, maka sebelumnya jgn lupa pindahkan file hasil donlotan ke direktori /home kemudian jalankan :

septo@septo-laptopPinjem:/home/septo$ tar xvf mpich2-1.0.8.tar.gz
septo@septo-laptopPinjem:/home/septo$ cd mpich2-1.0.8
septo@septo-laptopPinjem:/home/septo/mpich2-1.0.8$ ./configure –prefix=/folder/folder_yg_ingin_diinstali_&_dalam kuasa user (dlm contoh ini –prefix=/home/septo/mpich2)
septo@septo-laptopPinjem:/home/septo/mpich2-1.0.8$ make
septo@septo-laptopPinjem:/home/septo/mpich2-1.0.8$ make install

Jika bertemu error saat make install maka temukan file .bash_profile , buka dan tambahkan :

export PATH=/direktori_tempat_menginstal/mpich2/bin:$PATH
export LD_LIBRARY_PATH=/direktori_tempat_menginstal/mpich2/lib:$LD_LIBRARY_PATH

kemudian save, baru kemudian ulangi lagi make install-nya

Buka file /etc/environtment, kemudian tambahkan direktori bin dari hasil instalasi MPICH2, kalo di contoh si SEPTO, akan ditambahkan “:/home/mpich2/bin” (tanpa tanda petik ya..)

Copy salah satu contoh source dari folder source mpich2-1.0.8/examples, misal cpi.c ke direktori tempat menginstal mpich2, program cpi.c ni digunakan untuk menghitung nilai phi. Dalam kasus ini, dilakukan :

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ cp /home/mpich2-1.0.8/examples/cpi.c /home/mpich2

Compile source program,

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpicc -o cpi cpi.c

Eksekusi file hasil kompilasi

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpiexec -n 3 cpi, enter

harusnya keluar pesan:

mpiexec_septo-laptopPinjem: cannot connect to local mpd (/tmp/mpd2.console_septo); possible causes:
1. no mpd is running on this host
2. an mpd is running but was started without a “console” (-n option)
In case 1, you can start an mpd on this host with:
mpd &
and you will be able to run jobs just on this host.
For more details on starting mpds on a set of hosts, see
the MPICH2 Installation Guide.

Maka jalankan :

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpd &

Perintah ini akan menjalankan service mpd pada mesin SEPTO

Setelah servis mpd jalan, maka jika diulang:

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpiexec -n 3 cpi
Process 0 of 3 is on septo-laptopPinjem
Process 1 of 3 is on septo-laptopPinjem
Process 2 of 3 is on septo-laptopPinjem
pi is approximately 3.1415926544231323, Error is 0.0000000008333392
wall clock time = 0.002674

ini berarti MPICH2 telah terinstal dengan sukses pada komputer anda, dalam kasus ini mesin si SEPTO.

Langkah selanjutnya, percuma kalo MPInya cuma jalan di satu mesin kan, maka akan dikonekkan antara 2 mesin, mesin si SEPTO dan mesin si ANGGA. Jangan lupa untuk menginstall MPICH2 di tempat si ANGGA juga. Caranya sama aja kok kayak di atas.

Pertama, dibuat ssh antara kedua mesin. Pastikan kedua mesin telah menginstall openssh-client dan open-ssh server
kemudian jgn lupa dicoba. dengan mengetikkan ssh namaHost@alamatMesin contoh :

ssh septo@192.168.0.37,

kemudian jika sukses maka anda akan ditanyai password untuk bisa login sebagai septo@192.168.0.37

Agar anda tidak ditanya-tanya tentang password lagi maka, di mesin pertama (ANGGA):

[angga@athena ~]$ ssh-keygen -t rsa, enter

kalo ditanya passphrase, ga usah diisi gapapa, langsung enter aja, kemudian

[angga@athena ~]$ ssh-copy-id -i /home/nama_user/id_rsa.pub septo@192.168.0.37

Ikuti langkahnya, kalo sukses, harusnya, di mesin pertama :

[angga@athena ~]$ ssh septo@192.168.0.37, tekan enter

Maka kamu akan langsung terhubung

Tetapi ternyata cara ini tiada pengaruhnya alias nonsens dan memutar jauh daripada cara yang akan kita pakai selanjutnya :-P,

Kemudian dicoba melalui cara tanpa ssh,

Mesin pertama :

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpd &, enter,
septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpdtrace -l,

Untuk mengetahui hostname dan port yg digunakan service mpd dalam format hostname_port. Setelah itu diamkan hingga matang, hehehe 😀

Pada mesin kedua, pastikan tiada servis mpd yg berjalan, dgn mengecek melalui sintaks,

[angga@athena ~]$ mpdtrace -l

Jika masih ada ketikkan,

[angga@athena ~]$ mpdallexit

Jika sudah pasti, ketikkan mpd -h hostname -p port, hostname dan port disini adalah milik mesin pertama :

[angga@athena ~]$ mpd -h 192.168.0.37 -p 47581

Seharusnya, akan keluar pesan error, hehehe

Hal ini terjadi hostname yang diminta dalam sintaks ini mempunyai arti hostname yang sebenarnya, bukan hanya alamat IP address mesin. Kita harus mengeset nama mesin (hostname) selain kita mengeset host address, kesemuanya bisa kamu set di /etc/hosts, bisa pake vim, gvim, gedit, kate

di SEPTO :

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ vim /etc/hosts
################################################################################
192.168.0.37 septo-laptopPinjem (baris tambahan, nama mesin SEPTO)
192.168.0.10 athena (baris tambahan, nama mesin ANGGA)
127.0.0.1 localhost
127.0.1.1 septo-laptopPinjem
################################################################################

Kemudian ada lagi yang di set, di mpd.hosts, kalo tiada tahu ada dimana, bsa gunakan perintah locate mpd.hosts

#######################################
athena (nama mesin ANGGA)
septo-laptopPinjem (nama mesin SEPTO)
#######################################

Lakukan hal yang sama di mesin kedua, ANGGA, intinya kedua mesin harus saling mendaftarkan nama diri.

Untuk mengecek sudah berhasilkah kedua mesin saling mengenali, ulangi

[angga@athena ~]$ mpd -h septo-laptopPinjem -p 47581, tekan enter

Akan keluar pesan keberhasilan, taraaaaa….

Kita cek juga dari pihak mesin SEPTO,

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpiexec -n 5 hostname, enter
septo-laptopPinjem
septo-laptopPinjem
athena
athena
septo-laptopPinjem

belon puas juga?

septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mpiexec -n 5 date, enter
Thu Nov 20 22:15:06 WIT 2008
Thu Nov 20 22:09:36 WIT 2008
Thu Nov 20 22:09:36 WIT 2008
Thu Nov 20 22:15:06 WIT 2008
Thu Nov 20 22:15:06 WIT 2008

Sekarang untuk program yang benerannya, program cpi yang tadi, kopikan hasil compile ke direktori /bin, bisa memakai cp atau mv :

[angga@athena ~]$ mv mpich2/bin/cpi /bin
septo@septo-laptopPinjem:/home/mpich2$ mv /home/mpich2/cpi /bin

kemudian kembali ke mpiexec, ketikkan di mesin SEPTO :

septo@septo-laptopPinjem:~$ mpiexec -n 6 cpi, tekan enter
Process 0 of 6 is on septo-laptopPinjem
Process 2 of 6 is on septo-laptopPinjem
Process 1 of 6 is on athena
Process 3 of 6 is on athena
Process 5 of 6 is on athena
Process 4 of 6 is on septo-laptopPinjem
pi is approximately 3.1415926544231239, Error is 0.0000000008333307
wall clock time = 0.289969

Yooooosssshhhhh…. telah terlihat bahwa program cpi ini telah berhasil dengan sukses dieksekusi di dua mesin, SEPTO dan ANGGA. Hohohohoho… Puasss deh rasanya… Huffhh… Tak lupa Septo dan Angga mengucap syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT dan pihak-pihak laen yang telah membantu, utamanya kepada simbah Google dan yang tidak dapat disebut namanya di sini.

Kalo teman-teman sekalian tertarik, bisa mencoba mengikuti langkah-langkah di atas, SEPTO dan ANGGA siap membantu teman-teman sekaliyan kalo ada kesulitan. Moga-moga aja postingan ni lumayan bermutu 😛 dan bisa membantu temen-temen yang kebetulan menghadapi hal serupa. Amiinn… 🙂

Seandainya..

Kali ini akan dilaporkan kedipan mata mengenai kisah seorang lelaki di Ilmu Komputer UGM 2004 yang menemukan harta karun. Jangan protes dulu, manusia itu hidup dari mimpi dan impian. Apalagi warga Ilmu Komputer UGM 2004 yang sering bermimpi, meskipun mimpinya jorok dan sering direncanakan dan dikonspirasikan dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk membuat rangsangan-rangsangan bejat dan laknat. Ya Tuhan, ampunilah dosa mereka. Buat yang sering sholat tahajud, yang sering kebaktian di gereja, sembahyang di pura, ataupun metode beribadah yang lain, tolong doakan teman-teman kita yang salah jalur ini. Ini hanya sebagian kecil oknum di Ilmu Komputer UGM 2004. Dan hanya sebagian kecil lagi yang berada di jalan yang benar.

Alkisah suatu hari yang tentram di kawasan Pogung, suatu kampung di utara kampus UGM tercinta, tinggallah seorang lelaki yang sering menderita karena cinta. Demi kebaikan bersama mari kita samarkan namanya. Sebut saja dia DIDIT (22). Jenis kelaminnya bisa menyesuaikan, tergantung situasi dan kondisi. Yang pasti selalu tampil all out jika diperlukan. Keahliannya berperan sebagai banci. Jangan ragukan totalitas aktingnya, Dian Sastro kalah cantik dan ciamik (bagi yang matanya sedang kelilipan).

Suatu ketika, di pagi hari yang cerah, Didit masih tidur dengan nyenyak. Pagi baginya adalah saat-saat dimana bayangan matahari sudah sepenggalah. Di depan rumah, sudah nampak Angga, Septo, Sympati, Wiwid dan Yani. Berniat apel pagi, sembari berharap mendapatkan secangkir kopi. Angota keluarga Didit user friendly dan user interface, tapi tidak berlaku bagi yang bersangkutan.

Didit : Gembus! Gembel! Mbok yo nduwe aturan sithik!

Dibalas dengan pamer gusi dan jemur gigi oleh tamu-tamu yang datang dan tanpa merasa bersalah segera mengakusisi kamar Didit. Yani dan Wiwid bermain PES sedangkan Angga, Septo dan Sympati main hom pim pah. Didit memilih mandi setelah menyiapkan sesajen berupa makanan dan minuman yang kelewat ringan. Satu botol air minum untuk lima orang dengan nafsu minum seperti unta. Ethiopia saja lewat.

Seselesainya mandi, Didit mencari kostum di lemari pakaian. Berhubung hari ini tidak ada jadwal manggung dia tidak memikirkan kostum apa yang pantas dipakainya.

Didit : Masyaalloh!!
Angga : Subhanalloh, Didit bilang Masyaalloh
Septo : Allahuakbar, Didit bisa bilang Masyaalloh dan Septo bilang Subhanalloh
Wiwid : Alhamdulillah, Didit bisa bilang Masyaalloh, Septo bisa bilang Subhanalloh dan Angga bilang Allahuakbar.
Sympati dan Yani : Kejadian langka! Perlu dicatat dalam sejarah!!

Sebelumnya jangankan mengucapkan kata-kata toyyibah, untuk berkata baik saja lidah mereka kelu minta ampun. Otot-otot lidah perlu dilemaskan, dipijit semalam suntuk. Ada kejadian apakah gerangan yang menyebabkan kejadian langka ini terjadi?

Didit : Cah, permata!! Permata! Dua biji, segede menhir! Saya… kaya!!!
Wiwid : Ah itu hanya perasaanmu saja D!
Didit : Lihat! Lihatlah!
Yani : Ya ya.. Trus mau diapakan kedua permata itu??

Yani dan Wiwid masih berkonsentrasi pada game PES di komputer, sedangkan Angga, Septo dan Sympati ganti bermain cublak-cublak suweng dengan posisi membelakangi Didit, sengaja tidak memperhatikan. Orang seperti Didit ini memang sering ditengarai mengidap schizophrenia. Bayangkan saja kalau Dian Sastro dianggap kalah cantik dengan Nirina, tidak bisa dinalar dengan akal sehat, bisanya dinalar dengan akal Didit.

Didit sejenak menenangkan diri.

Didit : Ya Alloh. Permata.. Permata ini…
Yani : Mau diapain Dit?

Yani nampak antusias, namun matanya tidak berpaling dari monitor komputer.

Didit : Yang pertama dan paling utama, sebagian dari harta yang kita miliki sebagiannya adalah milik orang-orang yang kurang mampu. Maka akan saya zakatkan harta saya sebesar 2,5% kepada fakir miskin. Berhubung saya masih miskin maka zakat itu akan saya serahkan kepada diri saya sendiri.
Kemudian satu permata akan disimpan dengan baik, kalian tidak perlu tau dimana saya menyimpannya. Permata sisanya akan saya pecah-pecah. Satu bagian besar untuk membeli Google dan Microsoft.
Angga : Wah, jadi sekarang kamu menggajiku Dit?
Didit : Oh tidak Ngga, khusus untuk kamu akan saya berikan perusahaan sendiri. Kamu tidak perlu kerja keras bagai kuda, dicambuk dan didera oleh Mister Bill Pagar. Kalau perlu apa kamu mau jadi atasan Mister Bill?
Septo : Kalau aku Dit?
Didit : Wah, ini.. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup kita sebagai ahli hisab saya akan memecah permata yang sisa untuk membeli Google dan Microsoft tadi ke dalam pecahan kecil dan akan dibungkus dalam bentuk permen. Kemudian diselipkan ke dalam bungkus rokok. Lihat, bagaimana saya menghargai rekan-rekan senasib sepenanggungan, se-Star Mild dan se-Djarum Tuju Enam.
Septo : Jangan lupa, keyboard yang kamu ambil tu diganti!
Didit : Santai, tak ganti. Kalau perlu yang wireless sekalian.
Wiwid : Jatahku D?
Didit : Moh, tidak ada buatmu. Penggorenganmu masih bisa digunakan!
Sympati : Trus kerjamu apa Dit?
Didit : Saya mau jadi PNS. Tapi PNS yang merangkap sebagai pemilik dua menhir permata. Saya tidak perlu kerja, PNS hanya sebagai status saja. Tiap sore saya menunggu istri saya pulang dari kerja, di teras rumah ditemani secangkir kopi dan pisang goreng hangat yang disediakan oleh istri saya yang lain.
Dan setelah pulang, saya tinggal bilang “Nduk..” sambil memberikan kode-kode tertentu untuk melakukan ritual sepulang kerja.
Terus seandainya kalian datang….

Dian, hidup menderita karena terpaksa menjadi adik Didit masuk ke kamar.

Dian : Mas, Mas Didit! Bangun, masa’ jam segini masih tidur. Tu temen-temenmu pada dateng.
Didit : Gembus! Gembel! Ngganggu mimpiku!!