Archive for the 'Yang Bermutu dan Menambah Ilmu' Category

Prosedur Yudisium dan Wisuda Prodi Ilmu Komputer UGM

Bismillah

Biar ndak lupa, ditulis aja lah nih.. (baca: diingat-ingat atau di bookmark page, atau di copy-paste sekalian tulisan ini. red)
0. Setelah ujian pendadaran (gimana, biasa2 aja kan?), biasanya Anda harus revisi. Jarang ada yang lulus tanpa revisi, mungkin biar dosen pengujinya nggak terlihat dosen kacangan kali ya? Nah, cepet ituh dikerjain.. Jangan pesta pora dulu, Bung. Perdjoeangan kita masih panjang..

1. Setelah revisi, dapet 3 tanda tangan, 1 dosen pembimbing dan 2 dosen penguji. Order doesn’t matter, yang penting dapet semuanya. Lapor ke prodi, biar nilainya keluar. Kalo gak A ya B.. Gak mungkin C, santai ajah..

2. Setelah dapet berita acara ujian tugas akhir dari prodi, segera ke Mipa Utara, minta transkrip yudisium, gratis. Biasanya sehari jadi. Di situ ada berkas pendaftaran yudisium, sama transkrip ( yang beda dengan transkrip biasa, coz di situ ada tempat untuk tanda tangan dosen wali)

3. Di berkas pendaftaran yudisium, ada 11 item yang harus dikumpulkan, cuma untuk ilmu komputer, cuma perlu 9
a. berkas pendaftaran yudisium. Perlu ditandatangani dosen wali.
b. SBPP (lupa kepanjangannya, kalo ga salah surat bebas pinjam pustaka, minta dari UPT, bayar 15000, syaratnya cuma nunjukkin KTM, 10 menit jadi)
c. Surat Bebas Pinjam yang dari Perpus MIPA (lupa namanya apa, bayar 3000 plus syarat KTM, dan harus sudah selesai pendadaran). 10 menit jadi.
d. nilai tugas akhir (udah dapet dari prodi kan?)
e. surat bebas pinjam alat. Minta ke gedung pusat, lantai pertama, bagian utara, pintu pertama dari tengah balairung ke utara, biro kemahasiswaan dan alumni, syaratnya cuma nunjukkin KTM.
f. Transkrip nilai (dibendel sama berkas pendaftaran yudisium) (sudah ditandatangani oleh Dosen Wali)
g. surat penyerahan skripsi ke Perpus MIPA. Ini yang agak ribet. Untuk dapetin surat ini, ente harus: jilid hardcover skripsi (warna ditentukan perpus), ringkasan (softcover), sama file skripsi dalam bentuk PDF dalem CD.
h. KHS semua semester, minta ke MIpa Utara, biayanya seceng (seribu) per semester. Empat taon? Yah, dikali delapan ajah…
i. Copy Bukti pembayaran BOP/SKS semester terakhir.

4. Setelah semua syarat lengkap, ke Mipa Utara, cari Pak Anton. Kalo malu nanya, cari ajah yang duduknya di depan Pak Joko. Gak tau sama Pak Joko? Anda ini udah berapa lama to Mas di UGM? Ya udah, cari aja yang megang pulpen pake tangan kiri, monitor komputernya HP 5500. Serahin semuanya ke beliau. Biasanya dicek jumlah sksnya, apa saja mata kuliah yang dihapus, dsb.

5. Anda sudah siap untuk yudisium. Setelah itu, kita mesti bayar pendaftaran wisuda. Silakan lihat pengumuman lebih lanjut di papan pengumuman. Biasanya berisi :
– uang yang harus dibayarkan.
– kapan wisuda untuk S1/D3
– Kapan mesti ambil toga, dll yang remeh temeh
Syaratnya biasanya standar: fotocopy ijazah terakhir sama bayar (untuk februari tahun 2009 ini, biayanya sapekceng alias 300rebu)

6. Sisanya ngikutin aja apa kata Fakultas. Selamat jadi orang bloon di Grha Sabha Pramana.. 😀

F A Q :
Saya belum dapet 3 tanda tangan dosen, gimana dong?
Minta surat sakti dari ketua prodi, isinya memo yang membolehkan mahasiswa mendaftar yudisium walau syarat belum lengkap. Kemukakan alasan Anda, misal “dosen pembimbing saya tiba2 harus terbang ke seminar di Zimbabwe, lebaran tahun depan baru pulang..”

bukti pembayaran BOP/SKS saya hilang
Minta dari pengajaran, biasanya sih gratis. Ntar diprintkan yang baru

Ngejilid skripsi kan baru bisa selesai 3 hari lagi? Terus gimana dong?
Gampang. Ke Perpus, bilang minta suratnya dulu, terus tinggalin SIM ato STNK (ga boleh KTM or KTP, ga pake..), dan kasih tahu kapan jilidannya jadi. Kalo mau kilat juga bisa sebenernya, harganya kisaran 13-18rebu, sehari jadi.

Kok urusan remeh ajah mbayar?
Selamat Datang di Indonesia, Juragan…

Kapan biasanya batas akhir peneyerahan berkas yudisium?
Tergantung, kalo normalnya sih, 3 minggu sbelum wisuda. Wisuda di UGM kan biasanya selalu ngambil tanggal 19 dan sekitarnya, jadi mungkin di akhir bulan sebelumnya harus sudah beres semua.

Dari hari ujian tugas akhir sampai batas akhir penyerahan berkas untuk yudisium, saya hanya punya waktu seminggu, emang cukup?
Cukup. Lakukan apa yang bisa dilakukan hari ini:sediain foto, nyari Ijazah, cari syarat yudisium yang gak ada dependensinya, dll. Di sinilah Anda akan belajar betapa berharganya waktu. *omongan Bapak2…*

Waktu pendadaran, saya dibantai habis2an, akibatnya revisi saya seakan-akan mengharuskan saya membuat ulang skripsi. Bagaimana seharusnya?
Cengeng sekalee.. Revisi seperti yang dibilangin dosen penguji, besok langsung cari lagi beliau. Setelah dua kali dateng, gak mungkin gak dapet tanda tangan. Tapi, gak tau ya kalo situ ngarepin dapet A, berarti revisi kudu bagus2..

Bang, bang, ngapain nulis yang beginian?
Gak bisa tidur, Neng…

*tentang si abang penulis*

P. Mulia, seorang kolumnis terkenal di desanya (atau seorang kolumnis di desa yang terkenal? .red),  sering menulis untuk halaman pribadinya, tulisan-tulisannya mengalir deras tanpa peduli dilirik banyak orang atau tidak. Telah mendahului teman-temannya (baca: lulus .red), kemudian pulang ke rimba Borneo untuk mengabdiken ilmu yang didapat, mengasah pribadi, dan kemudian, entah masih atau tidak, mengukir cinta.

Tips Tugas Akhir: Sebelum Pendadaran (oleh: P.Mulia)

Bismillah

0. Banyak berdoa. Sholat tahajud, dzikir, baca quran. Yang jarang ke gereja, ke gereja. Bakar menyan, mandiin keris, atau apa kek…

1. Pahami betul yang Anda tulis. Kalau perlu hapalkan halamannya, jadi pas ditanya dosen penguji, bisa langsung jawab,”itu sudah saya tulis di halaman 129 baris ke sembilan belas Pak..”

2. Kenali karakter dosen penguji. Apakah Bapak tersebut suka menanyakan hal teknis, atau filosofis? Hal teknis misalnya, “procedure foo yang Anda taruh di lampiran, halaman xx, bisa tolong jelaskan?” atau “bagaimana program Anda mengenali citra yang begini dan begitu?”. Kalau hal filosofis misalnya,”mengapa Anda pilih fakultas xx sebagai studi kasus?” atau “Apa sih sebenarnya tujuan hidup Anda?”

3. Minta dukungan dari teman-teman dan orang2 terdekat. Bagaimanapun, pendadaran itu perkara mental saja. Kalo yang teknis2 sih gampang.

4. Latihan, latihan, latihan. Ada baiknya ada teman2 satu lab yang “membantai” Anda. Jadi, ada simulasi pendadaran. Terus teman2 Anda “mengeroyok” dengan pertanyaan2 keji dan mungkar. Mending kalo Anda bisa cari jawabannya sekalian, biar nanti pas ditanya udah siap.

5. Mandi aer hangat, pake baju yang rapi (kemeja putih, dasi, baju batik, sepatu mengkilap), tunjukkan kalau Anda menghormati penguji dan peserta sidang. Ini perkara intelektual, Bung..

6. Terakhir: GUGUP sebelum sidang itu biasa. Saya kemarin sampe mencret2 (mungkin karena stress dicampur maag akut). Tapi, begitu kalimat pembuka dari Anda muncul, semuanya jadi mengalir begitu saja. Segalanya tidak sesulit yang kita bayangkan. Betul apa kata teman saya, “dosen penguji tuh sok tahu, padahal ndak ngerti apa2 soal TA kita”

Yak, selamat pendadaran. 🙂

*tentang penulis*

P. Mulia, seorang kolumnis terkenal di desanya, masih sering menulis untuk halaman pribadinya, tulisan-tulisannya mengalir deras tanpa peduli dilirik banyak orang atau tidak. Lulusan Fakultas Djaman Belanda, Djurusan Hitung Menghitung dengan Program Studi yang tidak usah disebut namanya. Lepas dari candradimuka, kemudian pulang ke haribaan Borneo untuk mengabdiken ilmu yang didapat, mengasah pribadi, dan kemudian entah masih atau tidak, mengukir cinta.

Tips Mengerjakan Tugas Akhir (oleh: P. Mulia)

Bismillah

Mengerjakan tugas akhir ituh seperti nguras bak mandi pake sendok, nguras sumur pake gayung, ato mungkin nguras laut pake ember, alias lama, ribet, dan kudu sabar. Tapi, kalo kita yakin bisa, segala sesuatu pasti tidak sesulit yang dibayangkan.

Berikut tips-tips untuk yang sedang mengerjakan tugas akhir. Selamat menikmati (halah, kayak tulisan di kotak makan)

0. Menjaga semangat
Jaga semangat itu menurut pengalaman saya adalah hal yang paling susah. Apakah Anda baru termotivasi kalau:
– deadline progress report presentation tinggal 2 hari lagi
– Ibu Anda setiap habis shubuh selalu telpon “kapan Ibu dateng wisudamu?”
– setiap kali ketemu teman, percakapan tidak jauh2 dari “kapan lulus?”
Apapun alasannya, entah itu calon mertua yang ingin menantu seorang sarjana, jalan2 ke luar negri, apapun, jadikan itu motivasi paling ampuh untuk menjadi seorang replika karyawan seven eleven: melototin monitor komputer dari jam 7 pagi sampe 11 malam, demi skripsi.

1. Jangan diam
Kalau tidak bisa melaju kencang, berlarilah. Kalau tidak bisa berlari, berjalan cepat, atau merangkak kalau perlu. Yang pasti, jangan cuma berkutat di Bab yang melulu itu. Kalau Anda mahasiswa TI, pasti sudah tidak asing dengan reverse engineering. Bukan, bukan re itu, tapi mengerjakan Bab 4 duluan baru Bab 2 dan 3. Artinya, programnya sudah jadi duluan, baru ada desainnya. Seperti membangun rumah sebelum merancang pondasi. Tapi tak apa, banyak yang mencoba, dan berhasil kok. 😀 Intinya, kerjakan apapun yang bisa duluan.

2. Penelitian Anda adalah penelitian terhebat sepanjang masa
Tidak percaya diri dengan tema penelitian Anda? Sering dibilang “tema kacangan”? Apapun komentar negatif teman, dosen, siapapun, jangan terlalu dipedulikan. Itulah mengapa pada tulisan sebelumya saya sarankan untuk memilih dosen yang sudah senior (minimal PhD, lulusan dari luar negri, or apa kek yang keren.. 😀 ). Ini gunanya waktu Anda dapet kondisi yang macam begini. Kalau ada dosen yang mempertanyakan penelitian Anda, jawab “Eh, supervisor gua tuh dapet PhD dari Blablabla University (sebutkan nama universitasnya) tauk! Hla ente kan cuma lulusan S2 lokal? Lulus pas-pasan lagi.. Berani2nya kasih komentar kalo skripsi saya yang sudah di-acc beliau gak valid?”

3. Tunjukkan kepada dosen pembimbing bahwa Anda dapat diandalkan
Anda sudah lama tidak menghadap dosen? Atau (lebih parah) sudah lupa nama panjang beliau? Tenang, semuanya tidak akan sesulit yang kita bayangkan. Kalau ditanya “kok ndak keliatan?”, bilang aja “saya kawin Pak” atau “saya sibuk ternak sapi”. Kalau katanya komik 20th century boys, “kalau kamu tidak punya hal baik untuk dikenang, masih ada waktu untuk membuatnya, dari sekarang”.

Kalau disuruh datang jam 12, datanglah jam 12. Kalau disuruh menunggu, menunggulah. Kalau disuruh menghapus dua halaman yang Anda buat sampai tidak tidur, hapuslah. Lakukan apapun yang disarankannya, dan jadilah robot. Santai, ini tidak akan selamanya. Yang penting, berikan persepsi bahwa kita ini bener2 niat mengerjakan skripsi. Setiap selesai bimbingan, bilang terima kasih, dan tanya kapan beliau ada waktu lagi. Bergairahlah. Dan dunia akan turut bergairah.

4. Berkumpullah bersama orang2 yang tepat
Bergaul bersama kawan2 seperdjoeangan(baca:yang juga bersemangat mengerjakan TA) tentu membantu banyak. Anda bisa tanya kalau ada masalah, tukar pikiran bila ragu, atau koreksi bila salah. Kalau kumpul dengan yang kerjaannya maen gitar atau Football Manager, yaah.. selamat datang saja di The Procrastinator Club. And prepare for your two digits semester..

5. Projects are evil
Suatu waktu, Ayah saya pernah bilang “biasanya kalau kamu udah bisa ngerasa cari duit sendiri, sekolahmu kacau”. Istilah lainnya, “money, woman, education. Take any two”. Kalau ada tawaran project besar, jangan diambil dulu. Nanti2 saja. Ingat, ijazah terakhir Anda baru ijazah SMA.

“Tapi, kan duitnya bisa buat tambahan beli PSP?” Ya, memang sih, tapi nanti berlanjut terus untuk project2 lainnya. Anda berputar2 di situ saja, dan skripsi pun jadi terbengkalai. Nah, harus ada yang dikorbankan. Harus ada. Saya jadi ingat salah satu quote di FMA.

Humankind cannot gain anything without first giving something in return. To obtain, something of equal value must be lost. That is alchemy’s first law of Equivalent Exchange. In those days, we really believed that to be the world’s one, and only truth

Itu saja dulu. 🙂

*tentang penulis*

P. Mulia, seorang kolumnis terkenal di desanya, sering menulis untuk halaman pribadinya, tulisan-tulisannya mengalir deras tanpa peduli dilirik banyak orang atau tidak. Menempuh pendidikan di Pulau Jawa, Fakultas Djaman Belanda, Djurusan Hitung Menghitung dengan Program Studi yang tidak usah disebut namanya. Lepas dari candradimuka, kemudian pulang ke haribaan Borneo untuk mengabdiken ilmu yang didapat, mengasah pribadi, dan kemudian mengukir cinta.

Info Lowongan Pekerjaan

Numpang pengumuman, tadi malem ketemu temen SMP di fesbuk, temen saya ini, mas dhita namanya, bekerja di PT SIER di Tangerang, dan perusahaannya membutuhkan 2 orang lulusan ilmu komputer, bagi temen2 yang berminat bisa hubungi saya, nanti saya bantu hubungkan sama mas dhita. Semoga bermanfaat!! 😀